32 C
Sidoarjo
Wednesday, April 15, 2026
spot_img

PGRI Kota Kediri Peringati Nuzulul Quran, Wali Kota Vinanda: Peran Guru Bentuk Generasi Berkarakter

Wali Kota Vinanda Prameswati bersama keluarga besar PGRI Kota Kediri memperingati Nuzulul Quran di Masjid Baiturrahman Semampir, Jumat (6/3).

Pemkot Kediri, Bhirawa.
Peringatan Nuzulul Quran dimaknai sebagai momentum memperkuat nilai keimanan sekaligus peran pendidikan dalam membentuk generasi berkarakter. Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kediri di Masjid Baiturrahman Semampir, Jumat (6/3).

Kegiatan yang dirangkai dengan santunan anak yatim tersebut diikuti sekitar 1.050 perwakilan anggota PGRI Kota Kediri. Peringatan kali ini mengusung tema “Guru Qurani, Pendidikan Berkualitas Kediri Mapan.”

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri mengatakan, Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga harus dijadikan sumber nilai moral serta inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Nuzulul Quran adalah momen turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, tetapi juga menjadi sumber nilai moral dan inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menilai peringatan tersebut memiliki makna penting bagi para pendidik. Dalam Al-Qur’an terdapat perintah iqra yang berarti membaca, yang sekaligus menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam membangun peradaban.

“Bapak dan Ibu guru memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan generasi muda. Tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional serta akhlak yang baik,” kata Vinanda.

Berita Terkait :  Komite II DPD RI Serukan Darurat Perlindungan Guru

Menurutnya, generasi muda di masa depan tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan. Mereka juga harus memiliki iman serta karakter yang kuat agar ilmu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara positif.

“Ilmu pengetahuan harus diiringi dengan iman dan akhlak. Tanpa itu, ilmu bisa saja disalahgunakan ke arah yang tidak baik,” tambahnya.

Karena itu, ia mengajak para guru untuk terus membimbing dan mengarahkan para siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Selain menjadi momentum refleksi spiritual, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!