Kota Batu, Bhirawa – Pemerintah Kota Batu berupaya memperkuat daya tarik wisata dengan mengembangkan sport tourism di kota ini. Untuk itu mereka mulai menjajaki pengembangan ‘Batu Sport Center’ yang akan dibangun di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar). Pelaksanaan penjajakan ditandai dengan telah ditandatanganinya Kesepakatan Bersama antara Pemkot dengan PT Surya Sarana Sentosa.
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan dengan adanya Batu Sport Center (BSC) diharapkan bisa melengkapi destinasi wisata yang telah ada. Dengan demikian tingkat kunjungan wisata Kota Batu akan meningkat.
“Selain itu BSC juga akan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan, baik pada akhir pekan maupun hari kerja,” ujar Cak Nur, panggilan akrab Nurochman, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Batu Sport Center bertujuan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, maka konsep dan desainnya perlu ada kajian. Kajian harus dilakukan bersama agar daya dukungnya terhadao pengembangan pariwisata Kota Batu bisa terwujud.

Dengan telah adanya kesepakatan bersama diharapkan bisa menjadi kemitraan strategis untuk mengoptimalkan aset daerah. Dan yang tak kalah penting, ketika Batu Sport Center telah terwujud akan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ditambahkan Direktur Utama PT Surya Sarana Sentosa, Wishnu Widyatomo bahwa seluruh tahapan pengembangan kawasan Batu Sport Tourism dipastikan memenuhi ketentuan dan mekanisme hukum yang berlaku.
“Dan semua tahapan tersebut didukung dengan kajian serta konsultasi sehingga pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Diketahui, Kota Batu telah memiliki banyak potensi untuk dikembangkan menjadi sport tourism. Di antaranya olah raga paralayang dimana Kota Batu memiliki Gunung Banyak yang memìlìki ketinggian 1.350 mdpl yang menjadi titik lepas landas. Adapaun titik pendaratà n paralayang di kota ini berada ketinggian 950 mdpl.
Paralayang sebagai sport tourism telah diwujudkan dengan menggelar agenda tingkat nasional bahkan internasional. Salah satu di antaranya adalah gelar International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) seri-3 yang sukses digelar di Gunung Banyak, Kota Batu.
Kejuaraan yang masuk dalam kalender Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 dilaksanakan antara bulan Juli- Agustus. Agenda ini tak hanya diikuti oleh penerbang paralayang dalam negeri, tetapi juga penerbang manca negara seperti, Malaysia, Mongolia, hingga India.
“Dan keikutsertaan atlet asing ini menunjukkan kejuaraan paralayang di Kota Batu semakin mendapat perhatian komunitas internasional,” ujar Onny Ardianto, Kadisparta Kota Batu.
Diketahui, IPAC Seri ke-3 di Kota Batu ini juga merupakan kompetisi resmi Kategori 2 yang masuk dalam kalender World Paragliding Ranking System (WPRS). Hasil pertandingan akan memengaruhi peringkat atlet dunia sehingga menarik minat pilot dari berbagai negara untuk ikut berpartisipasi. Meningkatnya jumlah peserta menjadi indikator Kota Batu semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism internasional.
Diharapkan penyelenggaraan BISTF dan IPAC 2026 mampu mendongkrak okupansi hotel, kunjungan wisata, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Dengan kondisi alam yang mendukung dan pengalaman menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, Gunung Banyak menjadi potensi sport tourism Kota Batu. [nas.kt]




