27 C
Sidoarjo
Friday, May 22, 2026
spot_img

Perdalam Peran Public Relation, Mahasiswa Komunikasi Untag Surabaya Magang di Depot Wiguna Citra Harmoni


Surabaya, Bhirawa
Pengalaman magang di Depot Wiguna Citra Harmoni menjadi salah satu fase pembelajaran berharga dalam perjalanan akademik Sebastian Dimas Satria sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Depot ini berlokasi di Jl. Ruko Citra Harmoni A5, Bringin Kulon, Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebuah kawasan yang cukup strategis dan ramai dikunjungi masyarakat terutama bagi para pekerja, mengingat lokasi yang dikelilingi kantor serta pabrik industri.

Sejak awal memasuki lingkungan kerja di tempat terkait, Dimas langsung dihadapkan pada dinamika operasional usaha kuliner yang menuntut kecepatan, ketelitian, dan kemampuan komunikasi interpersonal yang baik. Interaksi diawal dengan pemilik depot memberikan Dimas gambaran tentang bagaimana strategi Public Relations diterapkan dalam bisnis makanan dan minuman, mulai dari mempertahankan citra rumahan yang hangat hingga memberikan pelayanan yang membuat pelanggan merasa seperti berada di rumah kedua.

Selama menjalankan tugas, Dimas terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempertemukan pengalaman komunikasi dengan praktik lapangan.

“Saya belajar bagaimana membangun hubungan baik dengan pelanggan melalui komunikasi yang sederhana namun efektif, mulai dari senyuman, sapaan, hingga penanganan permintaan tertentu,” jelas Dimas saat ngobrol santai dengan Bhirawa. Ritme kerja yang padat mengajarkan Dimas cara bekerja di bawah tekanan sambil tetap menjaga kualitas pelayanan. Dari sini, Dimas menyadari bahwa citra positif sebuah usaha tidak hanya dibentuk oleh visual dan promosi, tetapi terutama oleh pengalaman pelanggan ketika berinteraksi langsung dengan pelayanannya.

Berita Terkait :  Khofifah Ajak Mahasiswa UINSA Wujudkan Inklusivitas dan Toleransi sebagai Modal Pembangunan Bangsa

“Selain terjun dalam tugas pelayanan, saya turut mengembangkan kemampuan di bidang kreatif melalui proses pembuatan konten visual. Pengambilan gambar makanan, editing foto dan video, serta penyusunan materi promosi menjadi aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan,” jelas Dimas lagi. Dimas belajar mengatur pencahayaan, memilih komposisi, hingga menyelaraskan warna agar produk tampil lebih menggugah selera ketika diunggah ke media sosial ataupun ke platform seperti Google Maps. Aktivitas ini memperluas wawasan tentang bagaimana branding visual bekerja serta bagaimana sebuah depot dapat terlihat lebih profesional dengan pendekatan digital yang tepat.

Pengalaman lain yang memperkaya proses magang adalah ketika terlibat dalam penyusunan press release.

“Melalui kegiatan tersebut, saya belajar riset sederhana, mengumpulkan informasi dari pemilik, serta merangkai pesan yang mampu menarik perhatian publik. Proses editing dan pemilihan foto pendukung membuat penulis memahami bahwa setiap kata dan visual memiliki peran penting dalam membentuk persepsi konsumen terhadap produk maupun identitas bisnis,” jelas Dimas. Hal ini menjadi pelajaran berharga yang tidak hanya relevan untuk dunia PR, tetapi juga untuk komunikasi pemasaran secara lebih luas.

Tidak hanya itu, Dimas juga berkesempatan merancang desain tote bag sebagai bagian dari program promosi ramah lingkungan depot. Proses kreatif ini melatih penulis memahami identitas visual Depot Wiguna, lalu menerjemahkannya ke dalam desain yang sederhana, dan mudah diaplikasikan pada media cetak. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana sebuah brand dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui merchandise yang fungsional dan memiliki nilai emosional.

Berita Terkait :  Juara Vokasi Nasional, Gubernur Jatim Apresiasi Prestasi UPT PTKK

Keseluruhan pengalaman ini membuat Dimas memahami bahwa Public Relations dalam konteks usaha kuliner bukan hanya soal membangun citra melalui kata-kata, tetapi merupakan gabungan antara pelayanan, visual, komunikasi digital, hingga hubungan interpersonal di lapangan.

Magang di Depot Wiguna Citra Harmoni bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk karakter kerja Dimas. Selama menjalani magang, tak lupa Dimas juga berkonsultasi dengan dosen pembimbing magang yakni bapak Drs. Edy Sudaryanto, M.I.Kom .

“Pengalaman ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi dunia kerja ke depannya, sekaligus membuka pandangan baru tentang peran komunikasi dalam usaha kuliner modern,” tegas Dimas sambal tersenyum bangga. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!