Surabaya, Bhirawa
Perkembangan digital pada saat ini memberikan pengaruh besar terhadap dunia usaha, khususnya pada bidang kuliner. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media promosi yang mampu membantu perkembangan usaha agar lebih dikenal masyarakat. Banyak usaha kuliner mulai memanfaatkan media digital seperti Instagram, TikTok, Google Maps, dan kerja sama dengan konten kreator untuk menarik perhatian pelanggan.
Hal tersebut dirasakan oleh Aldi Saputra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, saat melaksanakan kegiatan magang di Depot Wiguna Citra Harmoni yang berlokasi di Citra Harmoni, Sidoarjo. Selama menjalani kegiatan magang, Aldi memperoleh pengalaman secara langsung mengenai bagaimana promosi digital berperan penting dalam perkembangan usaha kuliner dan hubungan dengan pelanggan.
Menurut Aldi, promosi digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi usaha kuliner di era sekarang. Persaingan usaha yang semakin banyak membuat pemilik usaha harus mampu menciptakan strategi promosi yang menarik agar dapat bertahan dan dikenal masyarakat. Tidak cukup hanya memiliki makanan yang enak, tetapi juga perlu membangun citra usaha yang baik melalui media digital.
Selama menjalani kegiatan magang, Aldi memahami bahwa media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membangun branding usaha. Banyak pelanggan saat ini mencari informasi tempat makan melalui dari berbagai media sosial sebelum datang ke lokasi secara langsung. Oleh karena itu, tampilan media sosial dan ulasan pelanggan menjadi salah satu penilaian awal terhadap sebuah usaha kuliner.
Beberapa hal yang sangat penting adalah ulasan pelanggan pada media sosial dan platform digital lainnya. Banyak pelanggan memberikan komentar mengenai kualitas makanan, pelayanan, harga, dan kenyamanan tempat. Ulasan tersebut dapat membentuk citra usaha di kalangan masyarakat. Jika usaha bisa memberikan pelayanan yang baik, maka pelanggan akan memberikan penilaian positif yang dapat membantu promosi secara tidak langsung.
Selama kegiatan magang, Aldi juga melihat bahwa kerja sama dengan food vlogger atau konten kreator dapat membantu meningkatkan daya tarik usaha. Konten video yang kreatif mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya anak muda yang aktif menggunakan media sosial. Namun, menurutnya kerja sama tersebut tetap harus disesuaikan dengan identitas dan konsep usaha agar promosi terlihat lebih natural dan tidak berlebihan.
Menurut Aldi, keberhasilan promosi digital tidak hanya bergantung pada konten yang menarik, tetapi juga pada konsistensi dalam pengelolaan media sosial. Banyak usaha memiliki konten yang bagus, tetapi tidak konsisten dalam mengunggah informasi sehingga interaksi dengan pelanggan menjadi berkurang. Karena itu, pengelolaan media sosial perlu dilakukan secara rutin agar hubungan dengan pelanggan tetap terjaga.
Berdasarkan pengalaman magang di Depot Wiguna Citra Harmoni, Aldi berpendapat bahwa promosi digital memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan usaha kuliner di era modern saat ini. Media sosial, konten visual, artikel promosi, ulasan pelanggan, dan kerja sama dengan konten kreator menjadi bagian penting dalam membangun citra usaha dan menarik perhatian masyarakat.
Melalui kegiatan magang ini, Aldi yang mendapat bimbingan dari dosen pembimbing magang Drs. Edy Sudaryanto, M.I.Kom memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru mengenai komunikasi pemasaran, pengelolaan media sosial, serta strategi promosi dalam dunia usaha kuliner. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara baik oleh pelaku usaha agar mampu bersaing dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Aldi berharap usaha kuliner dapat terus memanfaatkan media digital secara kreatif dan konsisten sehingga mampu meningkatkan kualitas promosi serta memperluas jangkauan usaha kepada masyarakat. [why]


