Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial mulai melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Jalan Semeru Gang 2, Kelurahan Lirboyo. Sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun akademik 2026/2027.
Saat ini, proses penjangkauan difokuskan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, mengatakan Kementerian Sosial RI telah memberikan daftar awal sebanyak 11 ribu anak yang berpotensi menjadi peserta didik Sekolah Rakyat.
“Setelah dilakukan verifikasi, sebagian besar ternyata sudah bersekolah di sekolah reguler, sehingga tersisa sekitar 1.100 nama yang akan dilakukan penjangkauan lebih lanjut,” ujar Imam, Jumat (22/5).
Penjangkauan dilakukan oleh ASN Kementerian Sosial, yang sebelumnya merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), melalui survei langsung ke rumah calon peserta didik. Selain itu, masyarakat juga dapat mengusulkan anak yang membutuhkan pendidikan meski berada di luar kategori desil 1 dan 2 untuk selanjutnya dilakukan penjangkauan oleh Dinas Sosial.
Imam menjelaskan, dari kuota 270 calon peserta didik Sekolah Rakyat Kota Kediri, capaian penjangkauan saat ini masih belum mencapai 10 persen karena proses masih terus berjalan.
Sekolah Rakyat Kota Kediri nantinya akan membuka tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Pada tahap awal, masing-masing jenjang hanya menerima peserta didik tingkat awal, yakni kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA.
Untuk jenjang SD disiapkan tiga rombongan belajar dengan total 90 siswa. Jenjang SMP juga terdiri dari tiga rombongan belajar dengan total 90 siswa, sedangkan jenjang SMA akan menampung 90 siswa kelas 10.
Sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Setelah pembangunan selesai, tahapan berikutnya meliputi pengelolaan sekolah, persiapan pengajaran, hingga peresmian.
“Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah. Mulai dari biaya pendidikan, asrama, sandang, makanan, hingga akomodasi peserta didik,” kata Imam.
Ia menambahkan, sekolah tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, ruang komputer, tempat ibadah, fasilitas olahraga, ruang kelas, dan asrama.
Selain terdaftar pada desil 1 dan 2, calon siswa juga harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, di antaranya sesuai batas usia pada masing-masing jenjang pendidikan, melampirkan hasil uji kesehatan, serta surat pernyataan bersedia mengikuti sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Kementerian Sosial juga mewajibkan adanya calon pengganti apabila terdapat peserta didik yang mengundurkan diri agar kuota 270 siswa tetap terpenuhi.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial Kota Kediri juga menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Kantor Kementerian Agama Kota Kediri untuk menjangkau calon peserta didik yang membutuhkan.
Meski demikian, Imam mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya karena Sekolah Rakyat merupakan program baru sehingga masih banyak orang tua yang mempertanyakan sistem pendidikan yang diterapkan.
“Sebagian calon peserta didik juga merasa keberatan karena harus tinggal di asrama sehingga minat masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Imam, masyarakat tidak perlu khawatir karena program tersebut menjadi prioritas pemerintah pusat sehingga sistem pengelolaan maupun pengajaran telah disiapkan dengan matang, termasuk tenaga pengajar dan pengasuh yang disebut telah memiliki kompetensi memadai.
Pemerintah Kota Kediri berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi terobosan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi.
“Harapan kami, sekolah ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk meningkatkan derajat kehidupan keluarga mereka di masa depan. Makanya orang tua diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak-anaknya agar semangat menempuh pendidikan,” tandasnya. [van.nov.kt]


