34 C
Sidoarjo
Sunday, October 4, 2026
spot_img

Emil Dardak: Batik Hidup Jika Pengrajin Diberi Ruang Berkarya

Pemprov Jatim, Bhirawa – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia, sekaligus mendorong pemberian ruang yang lebih luas bagi pengrajin untuk berkarya dan mengembangkan inovasi.

Pesan itu disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam.

Menurut Emil, batik merupakan hasil kreativitas pengrajin dari berbagai daerah di Indonesia, bukan milik satu wilayah atau kelompok tertentu. Keberagaman itu, katanya, menjadi kekayaan yang harus terus dijaga.

“Bagi kita yang menjadi generasi penerus, kita harus terus semangat untuk melestarikan batik. Batik ini adalah karya dari seluruh pengrajin batik dari Sabang sampai Merauke. Mereka semua berhak untuk diapresiasi karyanya,” kata Emil.

Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ketika mengikuti kegiatan Puncak Hari Batik Nasional di Monkasel Surabaya.

Ia menilai, pelestarian batik tidak cukup hanya dengan memakainya pada momen tertentu. Masyarakat perlu mengenal, menggunakan, dan menghargai karya pengrajin yang menjaga batik tetap hidup lintas generasi.

“Jadi bukan hanya batiknya yang kita lestarikan, tetapi juga orang-orang yang membuat batik itu sendiri. Mereka harus mendapatkan ruang untuk berkarya, berinovasi dan memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat,” ujarnya.

Emil menambahkan, semakin besar ruang yang diberikan kepada pengrajin, semakin besar pula peluang batik berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Ia menilai perkembangan batik kini membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup jika mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan selera masyarakat.

Berita Terkait :  Berkunjung ke Museum BI Jakarta, Tempat Belajar Sejarah Ekonomi dan Jejak Mata Uang Indonesia

Generasi muda, menurutnya, memegang peran penting dalam menjaga batik melalui cara sederhana: mengenalnya dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Batik harus terus hidup. Salah satu caranya adalah bagaimana kita memberikan kesempatan kepada para pengrajin untuk terus berkarya dan bagaimana masyarakat ikut menggunakan serta menghargai karya mereka,” katanya.

Ia berharap peringatan Hari Batik Nasional tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik dan memperluas apresiasi kepada para pengrajinnya.

“Semangatnya adalah bagaimana warisan budaya ini terus kita jaga, tetapi pada saat yang sama para pengrajinnya juga mendapatkan manfaat dan ruang yang semakin luas,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Usaha Dekranas Metty Herindra, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Ketua Dekranasda Kota Surabaya Rini Heri Cahyadi, para ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jatim, serta perwakilan daerah dari berbagai wilayah Indonesia. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!