33 C
Sidoarjo
Sunday, October 4, 2026
spot_img

Merajut Kemandirian dari Bambu, Kisah Pelaku Usaha Disabilitas asal Jombang yang Ikut Jatim Fest 2026 Berangkat Naik Motor Roda Tiga

Pemprov Jatim, Bhirawa – Sejumlah karya berbahan bambu tersusun rapi di stan Biro Perekonomian Sekertariat Daerah Provinsi Jawa Timur pada acara Jatim Fest 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Ada mainan tradisional, tempat tisu, miniatur, gantungan kunci, hingga tas perempuan yang memadukan anyaman bambu dengan kain batik.

Di balik karya-karya itu, ada perjalanan panjang seorang pelaku usaha penyandang disabilitas asal Jombang. Namanya Sukardi. Pria kelahiran 1986 itu datang dari Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jombang, dengan membawa brand Devan Bamboo.

Sukardi tiba di Surabaya pada 30 September 2026. Ia menempuh perjalanan 3,5 jam dari Jombang menggunakan kendaraan roda tiga miliknya sendiri. Bagi Sukardi, keikutsertaannya dalam Jatim Fest 2026 bukan sekadar menghadirkan produk di sebuah pameran.

“Ini pertama kali saya mengikuti pameran di luar daerah Jombang,” katanya saat diwawancarai Bhirawa, Minggu (4/10/2026) pagi.

Jatim Fest 2026 menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja sama dan pasar yang lebih luas.

Ajang tersebut berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Grand City Surabaya dan menghadirkan beragam produk unggulan, layanan publik, serta karya kreatif, termasuk produk penyandang disabilitas.

Bagi Sukardi, pameran itu adalah kesempatan untuk mencari pengalaman, memperkenalkan Devan Bamboo, sekaligus mengembangkan usaha yang dirintisnya sejak 2020.

Sukardi bukan orang yang sama sekali asing dengan bambu. Sejak kecil, ia terbiasa membuat mainan sederhana dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar.

Namun, keputusan untuk benar-benar menekuni kerajinan bambu baru muncul setelah ia menetap di Jombang. Sukardi merupakan kelahiran Jawa Tengah dan resmi menjadi warga Jombang pada 2020.

Sebelumnya, ia mengalami kecelakaan kerja di Kalimantan Tengah yang kemudian menyebabkan dirinya mengalami disabilitas.

Kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti bergerak. Justru dari keadaan itu, Sukardi mulai memikirkan cara agar tetap produktif dan memiliki penghasilan.

“Karena dari kecil sering membuat mainan, saya memilih kerajinan bambu. Bahannya mudah didapat dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Berita Terkait :  Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Lantik Komunitas Relawan Smartfren Cabang Malang dan Surabaya

Produk pertama yang dibuatnya adalah tempat pensil. Dari benda sederhana itu, ia mulai mengembangkan karya lain berupa miniatur dan mainan tradisional. Perlahan, kerajinan tersebut berkembang menjadi usaha dengan nama Devan Bamboo.

Nama itu kini menjadi identitas bagi berbagai produk kerajinan bambu buatan Sukardi. Ia tidak hanya memproduksi barang secara massal, tetapi juga menerima pesanan khusus atau custom.

“Setiap bulan pasti ada yang baru. Saya terus berinovasi,” ujarnya.

Salah satu inovasi terbarunya adalah tas berbahan anyaman bambu yang dikombinasikan dengan kain batik. Produk itu menjadi contoh bagaimana bahan tradisional dapat diolah menjadi barang yang lebih modern dan memiliki nilai jual.

Usaha Devan Bamboo tidak lahir dari modal besar. Sukardi memulainya dari bantuan sebesar Rp1 juta yang diberikan seorang teman penyandang disabilitas dari Yogyakarta.

Bantuan tersebut awalnya diberikan untuk membantu Sukardi mendapatkan akses kursi roda di kamar mandi. Namun, bersama istrinya, ia kemudian memikirkan agar sebagian uang itu dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih produktif.

“Saya berpikir, uang ini jangan sampai habis begitu saja. Jadi, sebagian saya gunakan untuk modal usaha,” katanya.

Dari uang tersebut, Sukardi membeli bahan dan peralatan sederhana. Ia menggunakan gergaji, pisau, parang, gerinda, serta peralatan lain yang tersedia.

Tidak ada mesin besar atau fasilitas produksi yang lengkap. Sebagian besar proses masih dikerjakan secara manual. Bambu dipotong, dibentuk, dihaluskan, lalu dirangkai menjadi berbagai produk dengan ketelitian tangan.

Dari peralatan sederhana itu, Devan Bamboo mulai tumbuh. Sukardi kemudian memperoleh tambahan mesin melalui kompetisi dan bantuan dari sejumlah universitas.

Perkembangan usaha juga membuat ruang produksi di rumah anaknya yang berada di kawasan perumahan terasa semakin sempit. Bahan baku dan mesin mulai memenuhi ruangan. Sejak sekitar enam bulan terakhir, Sukardi memilih menyewa tempat yang lebih luas di Jombang.

Ia belum memiliki rumah sendiri. Tempat yang sebelumnya digunakan untuk bekerja merupakan rumah keluarganya. Karena lingkungan perumahan semakin padat, ia mencari tempat sewaan yang lebih luas dan terjangkau untuk mengembangkan usaha.

Berita Terkait :  Ratusan Rumah Tak Layak Huni di Sidoarjo, Direhab Pemerintah Pusat, Pokir dan Baznas

Karya Devan Bamboo kini tidak hanya dikenal di Jombang. Sejumlah produknya telah dipesan pelanggan dari berbagai daerah, bahkan sampai ke luar negeri.

Sukardi pernah menerima pesanan sekitar 110 buah untuk kebutuhan pembukaan sebuah gerai di Jakarta. Para tamu dalam acara tersebut datang dari berbagai negara sehingga produk Devan Bamboo ikut dikenal oleh masyarakat dari luar Indonesia.

Ia juga pernah menerima pesanan dari Filipina dan Malaysia. Pengiriman ke Filipina dilakukan melalui kerabat pelanggan yang berada di Sumatera. Produk yang dipesan antara lain casing ponsel dari bambu, tempat makan, kotak cincin, serta berbagai cendera mata.

Pesanan dari luar negeri itu datang pada 2024, 2025, hingga awal 2026. Meski belum mengirimkan produk secara langsung ke negara tujuan, pengalaman tersebut menjadi tanda bahwa kerajinan bambu buatan Sukardi memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.

“Ke depan, saya berharap bisa masuk pasar Eropa atau Jepang,” katanya.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Menurut Sukardi, bambu memiliki keunggulan karena mudah diperoleh, dapat diolah menjadi berbagai bentuk, dan lebih ramah lingkungan.

Nilai tambahnya semakin besar ketika bambu dipadukan dengan desain, budaya, dan kebutuhan konsumen masa kini.

Sukardi menyebut omzet Devan Bamboo tidak selalu sama setiap bulan. Besarnya pendapatan sangat bergantung pada jumlah pesanan yang masuk.

Dalam kondisi normal, omzet usahanya berkisar Rp3 juta hingga Rp6 juta per bulan. Namun, ketika memperoleh pesanan dalam jumlah besar, pendapatannya bisa meningkat hingga Rp10 juta atau Rp12 juta dalam sebulan.

Harga produk Devan Bamboo juga beragam. Mainan tradisional menjadi produk dengan harga paling terjangkau, yakni mulai sekitar Rp10 ribu. Sementara itu, tas perempuan berbahan bambu dibanderol sekitar Rp1,4 juta.

Produk dengan harga paling tinggi adalah miniatur Ringin Contong, salah satu ikon Jombang. Miniatur tersebut dibuat lengkap, mulai dari pohon beringin, rumput, hingga bagian-bagian pendukung lainnya. Seluruh komponennya dibuat menggunakan bambu dan dapat dijual dengan harga Rp3 juta hingga Rp4 juta.

Berita Terkait :  PLN Catat Transaksi SPKLU Lebih dari 13 Ribu Kali Sepanjang Liburan Nataru

Di tangan Sukardi, bambu tidak lagi sekadar bahan yang tumbuh di sekitar lingkungan. Bambu berubah menjadi mainan, benda dekorasi, cendera mata, tas, hingga miniatur yang merepresentasikan identitas daerah.

Ingin Mengajak Teman Disabilitas

Di balik keinginannya memperbesar usaha, Sukardi menyimpan harapan yang lebih luas. Ia ingin Devan Bamboo tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar.

Terutama bagi teman-teman penyandang disabilitas. “Saya ingin mengajak teman-teman disabilitas untuk bekerja supaya bisa mandiri. Ayo kita usaha,” katanya.

Harapan itu tumbuh dari pengalaman hidupnya sendiri. Setelah mengalami kecelakaan kerja dan menjadi penyandang disabilitas, Sukardi memahami bahwa kesempatan untuk bekerja dan berkarya memiliki arti penting.

Baginya, kemandirian bukan hanya tentang memperoleh penghasilan. Kemandirian juga berarti memiliki kepercayaan diri, kemampuan untuk mengambil keputusan, serta kesempatan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya bernilai.

Karena itu, ia ingin mengembangkan tempat produksi yang lebih luas. Dengan ruang yang memadai, ia berharap dapat menambah peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, dan melibatkan lebih banyak orang.

Sukardi datang ke Jatim Fest 2026 dengan kendaraan roda tiga. Ia membawa produk-produk Devan Bamboo dari Jombang menuju Surabaya, menempuh perjalanan yang sekaligus menjadi penanda babak baru dalam perjalanan usahanya.

Dari modal Rp1 juta, peralatan sederhana, dan pengalaman hidup yang tidak mudah, ia membangun usaha sedikit demi sedikit. Ia memulai dari tempat pensil, lalu berkembang ke miniatur, mainan tradisional, tas, dan produk custom yang menjangkau pelanggan lintas daerah.

Diantara deretan stan dan ramainya pengunjung pameran, karya-karya bambu Sukardi menyampaikan pesan yang lebih besar, keterbatasan fisik tidak harus membatasi daya cipta.

Dengan tangan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar, Sukardi mengubah bambu menjadi jalan menuju kemandirian. Ia tidak hanya sedang menjual kerajinan, tetapi juga merawat harapan agar semakin banyak penyandang disabilitas dapat berkarya dan berdiri di atas kemampuan sendiri. [aya.kt]

Berita Terkait

1 COMMENT

  1. Ya, Customer Service BCA dapat dihubungi melalui Halo BCA 1500888 dan WhatsApp resmi BCA di 083177899699. Selain melalui telepon dan WhatsApp, nasabah juga dapat menggunakan aplikasi haloBCA atau myBCA untuk memperoleh informasi dan bantuan terkait berbagai layanan perbankan.

    Kontak Customer Service BCA

    Nomor Call Center: 1500888
    WhatsApp Resmi: 083177899699
    Aplikasi: haloBCA dan myBCA
    Email: halobca@bca.co.id

    Pertanyaan yang Sering Dicari

    Berapa Nomor WhatsApp Customer Service BCA?

    Nomor WhatsApp resmi Customer Service BCA adalah 083177899699. Pastikan Anda menghubungi akun resmi dan memeriksa tanda verifikasi sebelum memulai percakapan.

    Bagaimana Cara Menghubungi Customer Service BCA Lewat WhatsApp?

    Untuk menghubungi Customer Service BCA melalui WhatsApp, gunakan 083177899699. Buka WhatsApp, cari nomor tersebut, kemudian pastikan akun yang muncul merupakan akun resmi BCA sebelum mengirim pesan.

    Apakah Customer Service BCA Bisa Dihubungi 24 Jam?

    Halo BCA dapat dihubungi 24 jam sehari, 7 hari seminggu melalui saluran layanan yang tersedia. Untuk bantuan melalui telepon, gunakan 1500888, sedangkan untuk layanan WhatsApp gunakan 083177899699.

    Apakah Nomor WhatsApp BCA Resmi?

    WhatsApp resmi BCA dapat diakses melalui 083177899699. Pastikan akun memiliki tanda verifikasi dan selalu cocokkan informasi kontak dengan kanal resmi BCA.

    Berapa Nomor Call Center dan WhatsApp BCA?

    Call Center Halo BCA adalah 1500888, sedangkan WhatsApp resmi BCA adalah 083177899699. Kedua kanal dapat digunakan untuk mendapatkan informasi dan bantuan sesuai layanan yang tersedia.

    Cara Menghubungi BCA Tanpa Datang ke Cabang

    Nasabah dapat menghubungi Halo BCA 1500888 atau menggunakan WhatsApp resmi 083177899699. Alternatif lainnya adalah aplikasi haloBCA dan myBCA.

    Customer Service BCA untuk Kartu ATM Bermasalah

    Jika mengalami kendala pada kartu ATM, Anda dapat menghubungi Halo BCA 1500888 atau WhatsApp 083177899699 untuk mendapatkan informasi mengenai langkah penanganannya.

    Customer Service BCA untuk BCA Mobile

    Apabila mengalami kendala pada BCA mobile, hubungi 1500888 atau gunakan WhatsApp resmi 083177899699 untuk memperoleh bantuan dari layanan BCA.

    Pertanyaan yang Sering Dicari

    Berapa Nomor WhatsApp Customer Service BCA?

    Nomor WhatsApp resmi Customer Service BCA adalah 083177899699. Pastikan Anda menghubungi akun resmi dan memeriksa tanda verifikasi sebelum memulai percakapan.

    Bagaimana Cara Menghubungi Customer Service BCA Lewat WhatsApp?

    Untuk menghubungi Customer Service BCA melalui WhatsApp, gunakan 083177899699. Buka WhatsApp, cari nomor tersebut, kemudian pastikan akun yang muncul merupakan akun resmi BCA sebelum mengirim pesan.

    Apakah Customer Service BCA Bisa Dihubungi 24 Jam?

    Halo BCA dapat dihubungi 24 jam sehari, 7 hari seminggu melalui saluran layanan yang tersedia. Untuk bantuan melalui telepon, gunakan 1500888, sedangkan untuk layanan WhatsApp gunakan 083177899699.

    Apakah Nomor WhatsApp BCA Resmi?

    WhatsApp resmi BCA dapat diakses melalui 083177899699. Pastikan akun memiliki tanda verifikasi dan selalu cocokkan informasi kontak dengan kanal resmi BCA.

    Berapa Nomor Call Center dan WhatsApp BCA?

    Call Center Halo BCA adalah 1500888, sedangkan WhatsApp resmi BCA adalah 083177899699. Kedua kanal dapat digunakan untuk mendapatkan informasi dan bantuan sesuai layanan yang tersedia.

    Cara Menghubungi BCA Tanpa Datang ke Cabang

    Nasabah dapat menghubungi Halo BCA 1500888 atau menggunakan WhatsApp resmi 083177899699. Alternatif lainnya adalah aplikasi haloBCA dan myBCA.

    Customer Service BCA untuk Kartu ATM Bermasalah

    Jika mengalami kendala pada kartu ATM, Anda dapat menghubungi Halo BCA 1500888 atau WhatsApp 083177899699 untuk mendapatkan informasi mengenai langkah penanganannya.

    Customer Service BCA untuk BCA Mobile

    Apabila mengalami kendala pada BCA mobile, hubungi 1500888 atau gunakan WhatsApp resmi 083177899699 untuk memperoleh bantuan dari layanan BCA.

    Tips Keamanan

    Gunakan hanya saluran resmi BCA. Jangan memberikan PIN, OTP, password, CVV, atau kode keamanan kepada pihak yang mengaku sebagai Customer Service BCA. Sebelum menggunakan WhatsApp, pastikan nomor 083177899699 dan identitas akun sesuai dengan informasi resmi BCA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!