28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Pemkab Pamekasan dan Pakar Sakera Sukses Gelar Karapan


Pamekasan, Bhirawa – Pemkab Pamekasan bersama Paguyuban Karapan Sapi Keluarga Madura Sukses menyelenggarakan Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Pamekasan Tahun 2026, di lapangan Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Minggu (11/10).

Laga Karapan sapi dalam rangkaian Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan diikuti 48 pasang sapi dibagi menjadi Tiga kelompok (pool), yakni Pool A, Pool B, dan Pool C. Setiap pool diisi 16 pasang sapi berdasarkan daftar peserta.

Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Pamekasan tahun 2026, terdapat 6 pasang sapi perwakilan Pamekasan yang resmi lolos ke Grand Final Piala Presiden 2026 dibagi ke dalam dua kategori final.

Kategori golongan menang (Atas), yaitu : Juara I: Tak Mau Dimadu – milik H. Rosi (Kecamatan Galis/Ketua Pakar Sakera Pamekasan), Juara II: Anti Virus – milik H. Sugik (Kecamatan Pegantenan) dan Juara III: Tampel Sakti 99 – milik H. Rozi (Kecamatan Galis)

Kategori Golongan Bawah (Kalah), yaitu Juara I Golongan Bawah (Pemegang tiket ke-4),Juara II Golongan Bawah (Pemegang tiket ke-5) dan Juara III Golongan Bawah (Pemegang tiket ke-6).

Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurrahman mengatakan, karapan sapi bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan kemenangan. Tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai sejarah, keterampilan, gotong royong, sportivitas, serta berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Karapan sapi sebagai budaya harus kita pertahankan. Apabila di dalam kerapan sapi ada hal-hal yang negatif, ayo kita bicarakan bersama untuk kesempurnaan pada masa-masa yang akan datang,” katanya.

Berita Terkait :  Luncurkan MyEdotel SMK, Permudah Reservasi Edotel SMK di Jatim

Mantan anggota DPR RI, mengingatkan pentingnya memperkenalkan budaya karapan sapi kepada generasi muda agar bisa memahami bahwa nenek moyang kita punya tradisi yang unik dan harus tetap kita melestarikan di tengah perkembangan teknologi dan masuknya budaya dari luar.

Menurut Kholilurrahman, penyelenggaraan karapan sapi turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, termasuk pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan. “Tidak boleh memandang kerapan sapi hanya dari sisi lomba dan kemenangan belaka. Akan tetapi, di dalamnya ada tradisi, ada sejarah, keterampilan, gotong royong, sportivitas, ekonomi masyarakat,” katanya.

Karapan sapi tingkat kabupaten dihadiri Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, Wakapolres Pamekasan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). [din.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!