23.4 C
Sidoarjo
Wednesday, June 10, 2026
spot_img

Pemkab Malang Alokasikan Anggaran Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan Capai Rp50 Miliar

Kab Malang, Bhirawa

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang terus melakukan penanganan jalan rusak di wilayah Kabupaten Malang, dan programnya penanganan jalan rusak tersebut dilakukan per tiga bulan.

Tujuannya,  agar penyerapan anggaran terus berlangsung. Ketika akhir tahun, penyerapan dapat dimaksimalkan, termasuk rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan yang bertujuan mencegah penurunan kualitas.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, Kamis (4/6), kepada wartawan mengatakan, pada tahun 2026 ini, anggaran sebesar Rp50 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan dan rehabilitasi jalan.

Pemeliharaan jalan tersebar di Kabupaten Malang dalam rangka mempertahankan jalan kondisi mantap. Seperti pemeliharaan jalan pada tahun ini sepanjang 1.641,62 kilometer dengan jalan mantap sebesar 80 persen. Sehingga kerusakannya sebesar 20 persen atau 328,32 kilometer.

“Baik itu rusak ringan, sedang, dan berat, dengan penanganan kita lakukan secara bertahap sesuai spot-spot kerusakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini rehabilitasi jalan dengan overlay hotmix (pengaspalan) sudah terealisasi sekitar 15 ruas jalan. Diantaranya, di Jalan Kendalpayak-Kepanjen, Jalan Krebet-Wajak, Jalan Gondanglegi-Clumprit, dan Jalan Pakisaji-Karangduren, jalan Gampingan-Dempok arah SMA Taruna Nusantara, Jalan Banjararum depan SMAN 1 Singosari, serta Jalan Kepuharjo-batas Kota Malang. Untuk pemeliharaan rutin atau sapu lubang (salob) sudah sepanjang 35 ruas jalan.

“Kami sudah melaksanakan perbaikan di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Jalan Banjarejo-Sengguruh, Jalan Dampit-Srimulyo, Jalan Sumbersuko-Tumpang, serta Jalan Sukodono-Pantai Sidoasri. Sehingga dengan perbaikan dan pemeliharaan jalan tersebut, tentunya untuk mempermudah akses pengendara bermotor, dan juga mengurangi kecelakaan lalu lintas,” tandas Khairul.

Berita Terkait :  Menanti Kesiapan dan Kenyamanan Transportasi Publik Jelang Nataru 2025/2026

Disisi lain, dia menambahkan, bahwa untuk pembangunan infrastruktur di Jalur Lingkar Selatan (JLS) bukan sekedar peningkatan jalan atau pelebaran saja, namun juga meliputi pengerjaan drainase, jembatan serta penerangan jalan. Hal tersebut merupakan proyek strategis sebagai konektivitas meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata di Kabupaten Malang.

“Pengerjaan proyek prioritas di bulan Mei 2026 ini akan rampung pada Desember mendatang. Proyek strategis nasional ini fokus utamanya untuk mendukung aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan seperti Pantai Malang Selatan, Kabupaten Malang,” tandas Khairul. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!