Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus Gerakan Indonesia Asri di kawasan sumber mata air Desa Kunci, Kecamatan Dander, Rabu (10/6). Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, perubahan iklim kini bukan lagi ancaman masa depan, melainkan persoalan nyata yang dampaknya telah dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
“Peningkatan suhu bumi, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan berbagai kerusakan ekologi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menurut Wahono, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun menjadi budaya sekaligus gaya hidup sehari-hari. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, memilah sampah, hingga melakukan penghijauan dinilai dapat memberi dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Ia menegaskan, Gerakan Indonesia Asri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Gerakan tersebut harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, terus mendorong pembangunan berwawasan lingkungan melalui penguatan ekonomi hijau, pengelolaan sampah, peningkatan ruang terbuka hijau, serta partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tentang melindungi alam, tetapi juga menjaga kualitas hidup dan masa depan bangsa,” katanya.
Pemilihan kawasan sumber mata air Desa Kunci sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna simbolis. Mata air dipandang sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga keberlanjutan dan kelestariannya untuk generasi mendatang.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Bojonegoro berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk terus bergerak menjaga alam demi masa depan yang lebih baik.
“Karena masa depan yang berkelanjutan tidak lahir dari wacana, melainkan dari kerja nyata yang dimulai hari ini,” pungkasnya. [bas.kt]


