Malang, Bhirawa – Universitas Brawijaya (UB) secara resmi menyambut ribuan mahasiswa baru program Pascasarjana (S2 dan S3) tahun akademik lebih dari 2000 orang. Para mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan baru, praktisi, pejabat pemerintah, hingga perwira tinggi TNI/Polri (pati berbintang satu hingga tiga).
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menekankan bahwa mahasiswa pascasarjana di Indonesia merupakan kelompok elite intelektual yang sangat terbatas, yaitu di bawah 0,5% dari total populasi. Status ini membawa konsekuensi moral dan ilmiah tinggi. Mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan untuk melahirkan gagasan substantif, inovasi terapan, dan solusi riset atas permasalahan sosial, ekonomi, serta teknologi.
Direktur Sekolah Pascasarjana UB, Prof. Dr. Moh. Khusaini, S.E., M.Si., M.A., menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa dalam jumlah signifikan ini bertujuan merespons rendahnya proporsi penduduk berpendidikan S2/S3. Langkah ini merupakan kontribusi aktif UB untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menyiapkan SDM unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045 agar Indonesia terlepas dari middle-income trap. Kurikulum UB pun diarahkan agar relevan dengan kebutuhan industri, pemerintah, dan sains modern.
Guna memperkuat daya saing global, UB menyediakan berbagai skema akademik dan finansial: Program Internasional: Mengintegrasikan program double degree dengan universitas di Taiwan, Jepang, Australia, serta penjajakan dengan Inggris.
Jalur Percepatan: Membuka akses fast track (S1 ke S2 dan S2 ke S3) melalui program PMDSU dan PPTDU.
Dukungan Riset & Finansial: Mahasiswa difasilitasi untuk bergabung dalam payung riset dosen tanpa biaya pribadi, bantuan biaya publikasi ilmiah (Article Processing Charge/APC) di jurnal bereputasi, serta akses beasiswa seperti LPDP, Bappenas, Pemda, hingga BRIN.
Di sisi tata kelola, UB dipercaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pilot project nasional Ekosistem Integritas Perguruan Tinggi. UB menerapkan kriteria Zona Integritas (ZI) di seluruh unit. Saat ini, lima fakultas-termasuk Sekolah Pascasarjana-sedang dievaluasi Kementerian PAN-RB menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sementara Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) telah meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menanggapi isu percaloan penerimaan mahasiswa, Prof. Widodo menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan transparan berdasarkan standar resmi. Beliau mengimbau masyarakat agar tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, karena hal tersebut merupakan modus penipuan yang memanfaatkan kelulusan murni maba. UB berkomitmen menjaga tata kelola dan seleksi tetap bersih demi menjaga marwah perguruan tinggi. [mut.wwn]



