Kota Probolinggo, Bhirawa. – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo menggelar audiensi dengan Wali Kota Probolinggo Aminuddin di ruang transit Kantor Wali Kota, Rabu (15/7). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam pengembangan pasar tradisional, termasuk rencana revitalisasi infrastruktur dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Audiensi dipimpin Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo M. Izzul Islam yang baru terpilih untuk masa bakti 2026-2030. Hadir mendampingi Wali Kota, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Agus Efendi, Kabid Perdagangan DKUMP Ferdhiansyah Donny Anggara, Kepala UPT Pasar Hendra Purnomo, Dewan Pakar APPSI Saiful Iman, para koordinator pasar, serta pengurus APPSI.
Dalam pertemuan itu, Kepala DKUMP Agus Efendi memaparkan rencana revitalisasi lima pasar tradisional yang akan dilakukan secara bertahap. Salah satu prioritasnya adalah pembenahan Pasar Baru hingga 2027. “Program ini mencakup perbaikan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, serta peningkatan sistem penerangan agar pasar menjadi lebih bersih, nyaman dan terang. Selain itu, kami juga akan menggerakkan kegiatan kerja bakti rutin yang melibatkan petugas pasar dan para pedagang,” jelas Agus.
Menurutnya, revitalisasi pasar akan didukung melalui anggaran daerah dan kolaborasi dengan APPSI agar pasar tradisional semakin tertata dan nyaman bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo M. Izzul Islam mengatakan audiensi tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara organisasi pedagang dan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekonomi rakyat serta ketahanan pangan.
“APPSI ingin menjadi jembatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui kolaborasi kebijakan yang nyata. Kami juga berharap adanya dukungan fasilitas dan koordinasi dengan instansi terkait agar program kerja organisasi dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, pengurus APPSI juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penataan ruang dagang, kondisi infrastruktur pasar, hingga penguatan tata kelola pasar. Selain itu, APPSI mengusulkan pembentukan sekretariat tetap sebagai upaya memperkuat kelembagaan organisasi di daerah.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran pasar tradisional sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. “Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern dan berdaya saing. Kita juga perlu mendorong digitalisasi melalui marketplace serta mengoptimalkan koperasi agar para pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan,” tegas Aminuddin.
Menurutnya, pengembangan pasar tradisional perlu dilakukan secara kolaboratif, mulai dari peningkatan kebersihan, penataan kawasan, hingga pemanfaatan kios yang belum optimal sebagai pusat kuliner maupun destinasi wisata belanja.[fir.ca]


