Pemprov Jatim, Bhirawa. – Pemprov Jawa Timur melalui Tim Patroli Air Jawa Timur menerapkan pendekatan baru dalam menjaga kualitas air Kali Surabaya dengan melibatkan dunia usaha secara langsung. Sejumlah perusahaan diajak mengikuti patroli sungai bersama Tim Patroli Air Jawa Timur.
Kegiatan yang diinisiasi Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jawa Timur itu diikuti perusahaan di kawasan Wringinanom, seperti PT Diamond, PT KDI, PT MLR, PT Adi Prima, PT Wings Surya, dan PT Dayasa Aria Prima. Mereka menyusuri Kali Surabaya bersama Tim Patroli Air Jatim yang terdiri dari berbagai instansi.
Koordinator Tim Patroli Air Jatim sekaligus Direktur KLH Jawa Timur, Imam Rochani, mengatakan pencemaran sungai tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.
“Kalau hanya pemerintah yang bekerja, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu kami mengajak pelaku usaha turun langsung ke sungai,” ujarnya.
Menurut Imam, pelaku usaha perlu melihat langsung kondisi sungai agar tumbuh kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai sungai yang bersih juga menguntungkan industri karena biaya pengolahan air baku dapat ditekan.
KLH Jatim juga mendorong perusahaan berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Bentuknya antara lain penanaman pohon, penebaran benih ikan, aksi bersih sungai, dan kegiatan konservasi lainnya.
Patroli kolaboratif tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Kegiatan serupa juga akan diperluas ke kawasan industri di Sidoarjo, Mojokerto, dan daerah aliran sungai lainnya di Jawa Timur.
Selain mendapat pemaparan, peserta diajak melihat langsung titik pengambilan sampel air, eceng gondok, tumpukan sampah, hingga lokasi pembuangan limbah.
“Kami ingin semua pihak merasa memiliki sungai. Kalau rasa memiliki itu tumbuh, menjaga sungai akan menjadi gerakan bersama,” kata Imam.
Perwakilan PT Keramik Diamond Industries, Bambang, mengaku patroli tersebut memberikan pengalaman baru bagi perusahaan.
“Setelah turun langsung ke lapangan, kami jadi tahu kondisi sungai sebenarnya dan bisa melihat hasil pengelolaan limbah dari masing-masing perusahaan,” ujarnya.
Bambang berharap patroli bersama dapat dilakukan secara berkala agar komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah semakin baik. Menurutnya, perusahaan yang telah memenuhi ketentuan pengelolaan limbah juga dapat menunjukkan hasil pengelolaannya secara terbuka.
Perwakilan CV Sumber Agung, Muhammad David, dan perwakilan PT Madu Lingga Raharja, Putu Sukarta, menilai patroli ini membuka wawasan mengenai persoalan sampah, eceng gondok, dan penyempitan alur sungai. Mereka berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha terus diperkuat agar kondisi Kali Surabaya semakin bersih dan terjaga. [rac.kt]


