32.8 C
Sidoarjo
Monday, October 26, 2026
spot_img

Minta Hujan, Civitas Akademika Umsura Gelar Salat Istisqa


Surabaya, Bhirawa – Dosen tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar salat istisqa di Lapangan Futsal Umsura, Surabaya.

Salat dilaksanakan setelah salat Jumat menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah cuaca panas sekaligus berharap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia segera teratasi, Jumat (23/10).

Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menjelaskan latarbelakangi pelaksanaan salat istisqa melihat kondisi cuaca panas yang dirasakan masyarakat, terutama Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur. “Kegiatan ini berharap hujan segera turun untuk menyejukkan udara sekaligus membantu mengatasi karhutla yang masih terjadi di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lainnya,”jelasnya.

Lanjut Prof. Mundakir mengatakan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan ekspresi keimanan sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT supaya segera diturunkan hujan.

“Di suhu udara semakin panas, kita membutuhkan hujan untuk menciptakan kondisi yang lebih sejuk, serta juga melihat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan,” kata Prof. Mundakir.

Prof. Mundakir berharap doa dipanjatkan bersama seluruh civitas akademika Umsura dapat dikabulkan. “Harapan atas turunnya hujan tidak hanya ditujukan bagi Surabaya, tetapi juga bagi wilayah yang terdampak karhutla agar kondisi lingkungan berangsur pulih, salat istisqa merupakan bagian dari tuntunan Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan membutuhkan hujan,” ucapnya.

Berita Terkait :  JNE dan UBAYA Kolaborasi Gelar Workshop untuk Generasi Muda Kreatif

Sementara itu, Dosen Umsura, Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag., mengukapkan salat istisqa ialah bentuk permohonan kepada Allah SWT supaya menurunkan hujan, makna istisqa tidak terbatas pada kondisi kekeringan atau kekurangan air.

“Istisqa jadi bentuk ketergantungan manusia kepada Allah ketika menghadapi persoalan air yang berada di luar kendalinya, baik ketika air sulit diperoleh maupun ketika curah hujan berlebihan menimbulkan musibah,” tuturnya.

Mahsun menambahkan bahwa mengajak jamaah melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Nabi Muhammad telah mencontohkan sejumlah cara untuk memohon turunnya hujan, di antaranya dengan melaksanakan salat istisqa di lapangan, menyampaikan khutbah, serta berdoa memohon hujan dalam berbagai kesempatan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!