32.8 C
Sidoarjo
Monday, October 26, 2026
spot_img

Disnaker Dorong Peserta Pelatihan Menjahit Miliki Sertifikasi Kompetensi BNSP

​Situbondo, Bhirawa – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Situbondo, Suriyatno SH, memberikan pembekalan motivasi dan arahan strategis kepada para peserta pelatihan menjahit.

Dalam arahannya, Suriyatno menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis, profesionalisme kerja, serta nilai penting dari uji kompetensi dan sertifikasi resmi. 

​Dalam pemaparannya, Ia mengibaratkan ilmu mengukur dan memotong kain dalam dunia jahit-menjahit layaknya resep rahasia dalam sebuah bisnis kuliner yang tidak bisa dibagikan sembarangan. 

“​Keterkaitan Jahitan akan selalu mengikuti potongan, dan potongan kain mengikuti ukuran tubuh,” ungkapnya.

Masih kata Suriyatno, tukang jahit utama biasanya memegang kendali penuh pada proses pengukuran dan pemotongan, sementara penjahit mitra di luar hanya menerima bahan yang sudah siap dijahit. 

Pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta ini nantinya akan ditutup dengan pelaksanaan uji kompetensi untuk mengukur tingkat kemampuan peserta. 

“Peserta yang dinyatakan kompeten dan lulus uji kompetensi akan memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” urai mantan Camat Situbondo.

Sertifikat uji kompetensi ini, tandas Suriyatno, hanya diberikan kepada peserta yang benar-benar layak dan memenuhi standar kelulusan. Bagi peserta yang belum memenuhi standar, tetap akan mendapatkan sertifikat tanda lulus pelatihan dari lembaga. 

“Kepemilikan sertifikat uji kompetensi BNSP ini disetarakan dengan ijazah formal yang memiliki nilai tambah tinggi saat melamar pekerjaan di sektor konveksi maupun industri garmen,” akunya.

Berita Terkait :  BPBD Kabupaten Probolinggo Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih

​Ia  juga berpesan agar para alumni pelatihan tidak hanya bergantung pada lapangan kerja di perusahaan pihak ketiga. Bekal ilmu dan pelatihan ini dirancang agar para peserta mampu membuka usaha jasa jahitan secara mandiri di rumah masing-masing. 

​”Emas dan perhiasan, ilmu jahit ini jika ditekuni dengan baik akan mengantar bapak dan ibu sekalian untuk tidak harus selalu bergantung bekerja pada orang lain, melainkan mampu merintis usaha jahit sendiri dan menyerap tenaga kerja di kemudian hari,” pesannya.

​Melalui program pelatihan dan sertifikasi ini, lanjut Suriyatno, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Situbondo optimis para peserta mampu menjadi wirausahawan mandiri yang berdaya saing tinggi serta mendongkrak perekonomian lokal.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!