Pemprov Jatim, Bhirawa – Di tengah hiruk-pikuk Grand City Surabaya, sebuah stan tidak lagi sekadar berupa deretan kotak pameran. Di Jatim Fest 2026, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur menghadirkan ruang pamer yang dirancang dari ide kreatif bersama pelaku usaha, memadukan produk makanan-minuman, kriya, batik, kulit, hingga kopi kekinian dalam satu kawasan yang hidup.
Plt. Kepala Biro Perekonomian Sekertarian Daerah Provinsi (Setdaprov) Jawa Timur, Mhd Aftabuddin Rijaluzzaman, menjelaskan bahwa konsep tersebut lahir dari diskusi bersama para pelaku usaha kriya atau aircraft. Hasilnya, stand tidak lagi dibangun dengan format kotak-kotak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kita kan bangunnya dari ide kreatif. Sama teman-teman kreatif, para pelaku kreatif itu kita diskusi dulu, lalu muncullah ide baru seperti ini. Jadi nggak seperti yang dulu-dulu yang sendiri-sendiri,” ujar Afta saat dikonfirmasi Bhirawa, Minggu (4/10/2026) siang.
Stand Biro Perekonomian menerapkan pola kolektif. Untuk produk makanan dan minuman seperti jajanan (snack), sambal dan produk serupa, pelaku usaha menitipkan barangnya untuk dijualkan oleh pegawai Biro Perekonomian tanpa selisih margin.
“Mereka titip jual ke kami, terus kami yang jualkan, tanpa selisih margin. Stand-nya gratis, kita jualkan gratis dengan tenaga teman-teman pegawai Biro Perekonomian,” kata Afta.
Sementara untuk produk non-makanan seperti kriya, batik, dan produk kulit, UKM diberi ruang menjual langsung.
Alasannya sederhana, produk-produk tersebut membutuhkan product knowledge yang tidak selalu bisa dijelaskan oleh petugas pemerintah.
“Batik ini, contohnya, ada yang memakai pewarna fosfor sehingga bisa menyala. Kalau kami yang menjelaskan, itu susah. Jadi kami persilahkan UKM-nya menjual secara langsung,” paparnya.
Tidak semua pelaku usaha yang mendaftar langsung mendapat tempat. Biro Perekonomian membuka pendaftaran secara umum melalui media sosial dan mendapat 130 pendaftar UKM. Setelah proses kurasi bersama kurator bersertifikat, terpilih 40 UKM untuk tampil di stan Biro Perekonomian.
“Yang mendaftar secara online lewat kami itu 130 UKM. Setelah kami kurasi dengan indikator yang tersertifikasi, kami memilih 40 UKM,” ungkap Afta.
Peserta tersebut mencakup pelaku makanan-minuman, kriya, hingga pop-up kuliner. Area pop-up menampilkan kopi kekinian seperti Americano, Magic Dirty Latte dan Latte, serta roti manis dan makanan sehat seperti salad dan lain sebagainya.
Menurut Afta, keberadaan pop-up bukan sekadar pelengkap. Kopi dan makanan diposisikan sebagai magnet agar pengunjung betah, duduk, lalu tertarik melihat produk UKM di sekitarnya.
“Kalau konsumen lihat ada kopi, mereka akan duduk di sini sambil melihat produk yang kita tawarkan. Misalnya ada batik, oh bagus, dilihat sambil ngopi kan enak, dia bisa main ke situ,” ujarnya.
Selain transaksi, Jatim Fest 2026 juga menghadirkan workshop di area yang dapat digunakan pengunjung untuk bersantai. Ketika tidak ada kegiatan, meja tersebut menjadi ruang makan bagi pengunjung yang membeli produk di stand. Namun pada momen tertentu, lokasi itu berubah menjadi kelas kreatif.
Salah satunya adalah workshop pembuatan keramik atau pottery class. Yang menarik, pesertanya bukan hanya pelaku usaha, melainkan juga profesional seperti manajer, dokter, dan pengacara.
“Ternyata yang menarik itu, para peserta workshop ini bukan pelaku usaha. Mereka malah profesional yang bekerja di kantor, ada manajer, dokter, pengacara. Mereka ikut workshop gratis dari kami karena narasumbernya kami yang bayar,” kata Afta.
Bagi peserta, workshop tersebut menjadi sarana stress release. Bagi penyelenggara, kegiatan itu sekaligus strategi menarik pengunjung agar lebih lama berada di area pameran dan berpeluang membeli produk UKM.
“Tujuan mereka ikut workshop bukan untuk membuat produk baru, tapi pengalaman dan stress release. Di sisi lain, tujuan kami mengadakan workshop juga untuk menarik konsumen. Kalau mereka workshop di sini, lihat-lihat barang UKM, tertarik ya bisa beli,” jelasnya.
Jatim Fest 2026 juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pada pembukaan, Wakil Gubernur Jawa Timur merilis logo HUT ke-81 Jatim, menggantikan Gubernur yang berhalangan hadir.
“Jatim Fest ini bagian dari kegiatan yang mendukung HUT Pemprov Jatim ke-81. Alhamdulillah, waktu pembukaan Bapak Wakil Gubernur juga merilis logo 81 Jatim,” kata Afta.
Pada 2 Oktober, Biro Perekonomian juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia menyelenggarakan East Java Investment Forum (EGIF). Kegiatan tersebut berlangsung 1–2 Oktober dan berdasarkan informasi dari BI, mencatat estimasi nilai investasi senilai Rp2,4 triliun yang telah disepakati melalui letter of intent (LOI).
“Total estimasi nilai investasi yang terjadi selama EGIF tanggal 1 dan 2 itu senilai Rp2,4 triliun. Itu sudah berjalan dan sudah disepakati, ada LOI-nya,” ujar Afta menambahkan.
Sepanjang 30 September hingga 4 Oktober 2026, Jatim Fest tidak hanya menjadi ajang jual-beli. Sejumlah dinas, badan, dan rumah sakit umum BLUD menghadirkan layanan publik.
Dinas ESDM, misalnya, memperkenalkan transformasi pelayanan, sementara Dinas Sosial menampilkan wajah pembangunan inklusif Jawa Timur.
Biro Perekonomian juga memfasilitasi pelaku usaha disabilitas agar dapat berjualan dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
“Yang disabilitas juga diperkenankan untuk berjuang bersama mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu UKM yang kami fasilitasi adalah pelaku usaha disabilitas,” kata Afta.
Aspek literasi dan inklusi keuangan turut dihadirkan melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta industri jasa keuangan. Pengunjung dapat mengakses Pojok Keuangan Rakyat, membuka tabungan, hingga memanfaatkan layanan ATM yang disediakan di lokasi.
“Di sana bahkan bisa melakukan inklusi langsung, tidak hanya literasi. Kalau mau menabung bisa juga di sana. Ada ATM juga, bahkan truk ATM di depan,” paparnya.
Dari sisi hasil, Jatim Fest 2026 mencatat capaian yang melampaui target lebih cepat dari perkiraan. Target transaksi selama lima hari adalah Rp20 miliar. Namun pada hari keempat, transaksi sudah mencapai Rp20,3 miliar.
“Target Jatim Fest itu transaksi sebesar Rp20 miliar selama lima hari. Alhamdulillah, kemarin closing di hari keempat sudah Rp20,3 miliar. Artinya sudah terlampaui,” kata Afta.
Ia memperkirakan total transaksi pada penutupan dapat mencapai Rp23 hingga Rp25 miliar, meski angka final masih menunggu rekapitulasi dan survei transaksi.
“Kemungkinan besar angkanya di Rp23 atau Rp25 miliar bisa tercapai. Tapi nanti kami perlu pastikan dulu, kami perlu survei berapa transaksi yang sudah terjadi,” ujarnya.
Daya tarik Jatim Fest tidak hanya dirasakan UKM yang difasilitasi pemerintah. Sejumlah pelaku usaha mandiri juga menyewa atau berkontrak dengan penyelenggara secara swadaya, termasuk pelaku makanan dan batik dari luar Jawa Timur, seperti Solo dan Pati.
“Mereka bayar sendiri karena potensi pasar di sini cukup baik. Tahun-tahun sebelumnya mereka merasakan manfaatnya. Bahkan batik-batik yang mandiri sewa itu dari luar Jawa Timur, dari Solo, dari Pati,” kata Afta.
Bagi pemerintah provinsi, kehadiran pelaku usaha lintas daerah menegaskan bahwa Jatim Fest mampu menghadirkan pasar yang menarik dan menjadi ruang pertemuan antara produk lokal, pelaku usaha nasional, layanan publik, serta peluang investasi.
“Artinya, ini menjadi menarik bagi para pelaku usaha. Kita memusatkan creative market di Provinsi selama tanggal 30 September sampai 4 Oktober hari ini,” pungkas Afta. [aya.kt]




Ya, Call Center Bank BCA dapat dihubungi melalui Halo BCA 1500888, sedangkan layanan WhatsApp resmi BCA menggunakan nomor 083177899699. Nasabah dapat menggunakan kanal tersebut untuk memperoleh informasi dan bantuan terkait berbagai kebutuhan perbankan.
Kontak Customer Service BCA
Call Center Halo BCA: 1500888
WhatsApp BCA: 083177899699
Aplikasi: haloBCA dan myBCA
Email: halobca@bca.co.id
Cara Menghubungi CS BCA melalui WhatsApp
Untuk menghubungi Customer Service BCA melalui WhatsApp, simpan nomor 083177899699 atau gunakan format internasional +62 831-7789-9699. Setelah membuka WhatsApp, pastikan akun yang dihubungi merupakan akun resmi BCA dan memiliki tanda verifikasi sebelum mengirimkan pesan.
Layanan yang Dapat Dibantu
Customer Service BCA dapat membantu memberikan informasi mengenai:
Rekening dan produk BCA.
Kartu debit dan kartu kredit.
BCA mobile dan myBCA.
Kendala transaksi.
Kartu ATM hilang atau bermasalah.
Informasi dan pengaduan layanan perbankan.
Pertanyaan yang Sering Dicari
Berapa Nomor WhatsApp CS BCA?
Nomor WhatsApp resmi BCA adalah 083177899699. Pastikan akun yang dihubungi sesuai dengan informasi resmi BCA.
Berapa Nomor Call Center Bank BCA?
Nomor Call Center Halo BCA adalah 1500888 atau WhatsApp 083177899699. Nasabah dapat menghubungi nomor tersebut untuk memperoleh bantuan dan informasi layanan BCA.
Apakah WhatsApp BCA Bisa Dihubungi 24 Jam?
Halo BCA menyediakan layanan 24 jam melalui kanal yang tersedia. Untuk WhatsApp, gunakan 083177899699 dan pastikan Anda menghubungi akun resmi BCA.
Bagaimana Cara Chat dengan CS BCA?
Buka WhatsApp dan hubungi 083177899699. Pastikan profil yang muncul merupakan akun resmi BCA sebelum melanjutkan percakapan.
Apakah 083177899699 Nomor WhatsApp BCA?
083177899699 adalah format lokal dari +62 831-7789-9699. Sebelum mengirim informasi apa pun, pastikan akun WhatsApp tersebut sesuai dengan kontak resmi BCA.
Cara Menghubungi BCA Selain Telepon
Selain Call Center 1500888, nasabah dapat menggunakan WhatsApp 083177899699, aplikasi haloBCA, dan myBCA.
Nomor WhatsApp BCA untuk Bantuan Nasabah
Untuk layanan WhatsApp, gunakan 083177899699 dan pastikan akun yang dihubungi telah terverifikasi sebagai akun resmi BCA.
Tips Keamanan
Jangan pernah memberikan PIN, OTP, password, CVV, atau kode keamanan kepada pihak yang mengaku sebagai Customer Service BCA. Selalu cocokkan nomor WhatsApp dengan informasi pada kanal resmi BCA dan periksa tanda verifikasi akun sebelum melakukan komunikasi.