29.8 C
Sidoarjo
Friday, October 16, 2026
spot_img

Menteri Perindustrian Sarmuji: JIIPE Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji saat mengunjungi JIIPE di Gresik, Jumat (16/10/2026).

Gresik, Bhirawa. – Kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, menyerap sekitar 70 persen tenaga kerja dari masyarakat lokal Gresik dan Jawa Timur.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji, apresiasi kontribusi tersebut. Dan mendorong pemerintah daerah, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan industri.

“Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70 persennya, adalah warga lokal di Gresik dan Jawa Timur,” ujar Sarmuji saat mengunjungi JIIPE, Jumat (16/10).

Pemerintah daerah perlu memperkuat pendidikan, dan pelatihan kerja bagi lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Selain keterampilan teknis, tenaga kerja juga perlu memiliki kedisiplinan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi.

“Industri yang ada di JIIPE, merupakan industri besar dan strategis yang membutuhkan SDM siap pakai. Tugas pemerintah, khususnya pemerintah daerah, menyiapkan lulusan siap kerja dan siap pakai,” katanya.

JIIPE tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha pendukung industri. Sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dan perusahaan diperlukan agar manfaat investasi dirasakan masyarakat setempat.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono mengatakan, bahwa JIIPE mengintegrasikan kawasan industri, pelabuhan laut dalam, dan infrastruktur pendukung investasi. Kawasan tersebut memiliki lahan industri seluas 1.761 hektare, pelabuhan 406 hektare, dan area residensial 800 hektare. Sekitar 60 persen lahan industri telah terjual.

Berita Terkait :  Kejagung Mutasi 65 Kajari, Salah Satunya Kajari Karo

Investor yang beroperasi atau berinvestasi di kawasan itu antara lain, PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant, dan ANTAM. Sektor yang dikembangkan meliputi pengolahan tembaga, pemurnian logam mulia, manufaktur kaca fotovoltaik, dan industri kimia.

Sarmuji berharap, pengembangan kawasan industri di Gresik. Diikuti peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, agar masyarakat turut memperoleh manfaat ekonomi dari pertumbuhan industri. [kim.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!