Surabaya, Bhirawa
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mencetak sumber daya unggul. Salah satu melalui mahasiswanya, Feriona Ayurizta Iliyas. Feriona dipercaya menjabat sebagai Ketua Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur periode 2025-2026 Generasi 12, sebuah posisi penting dalam organisasi profesi yang mewadahi mahasiswa akuntansi lintas perguruan tinggi.
IAI merupakan organisasi profesi yang berperan dalam pengembangan standar, kompetensi, serta jejaring akuntan di Indonesia. Melalui Anggota Muda IAI, mahasiswa memiliki ruang untuk terhubung lebih awal dengan dunia profesional sekaligus mengasah kapasitas diri melalui berbagai kegiatan terstruktur.
Dalam forum tersebut, mahasiswa dari berbagai kampus terlibat dalam program pengembangan, diskusi keilmuan, serta kolaborasi lintas wilayah hingga tingkat nasional. Dari sinilah perjalanan Feriona dimulai hingga akhirnya dipercaya memimpin kepengurusan di Jawa Timur.
Diceritakannya, perjalanan bermula pada awal 2024, tepatnya saat ia masih berada di semester 2. Feriona mengikuti Open Recruitment Pengurus Anggota Muda IAI Wilayah Jawa Timur yang dibuka pada 11 Februari hingga 9 Maret 2024. Informasi mengenai kesempatan tersebut ia peroleh dari dosen Untag Surabaya, yakni Dr. Sunu Priyawan, M.Si., Ak. dan Dra. Rr. Adiati Trihastuti, M.M., Ak., CA. Rasa penasaran mendorongnya untuk mendaftar tanpa ekspektasi besar. “Awalnya cuma ingin tahu kegiatannya seperti apa, jadi saya daftar saja,” ungkapnya, Kamis (16/4).
Proses seleksi berlangsung cukup panjang, mulai dari pemberkasan, tes tulis, hingga wawancara selama kurang lebih tiga bulan. Dari sekitar 100 pendaftar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, hanya sekitar 50 peserta yang dinyatakan lolos. Pengumuman kelulusan sendiri diumumkan pada 16 Mei 2024.
Pada periode 2024-2025 atau generasi ke-11, Feriona resmi bergabung sebagai Staff Research and Development Department sejak Juli 2024. Di tahap awal kepengurusan, ia sempat menghadapi penyesuaian karena ditempatkan di departemen tersebut, berbeda dari minatnya di bidang keuangan. Meski demikian, ia tetap menjalani peran tersebut dan justru memperoleh banyak pengalaman baru.
“Saya sempat bertanya, tapi akhirnya dijalani saja. Ternyata justru banyak hal baru yang saya pelajari di sana,” jelasnya.
Dalam perjalanannya, Feriona aktif terlibat dalam berbagai program kerja. Ia bahkan dipercaya menjadi Seksi Acara dalam salah satu program besar IAI Muda Jawa Timur, yakni Accounting Study Club (ASC). Dari pengalaman tersebut, ia kerap kembali dipercaya menjadi Seksi Acara hingga Koordinator Seksi Acara dalam berbagai kegiatan besar lainnya, termasuk Workshop Accurate dan Advance 2025.
Selama berkontribusi, ia juga terlibat dalam 51 program kerja dalam satu periode. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka jejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Memasuki April 2025, Feriona dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan kepengurusan ke periode kedua. Dengan dorongan dari para senior, ia memutuskan untuk tetap berkontribusi dan mengikuti seluruh tahapan seleksi lanjutan.
Namun, proses tersebut justru membawanya ke tahap yang lebih tinggi. Ia terpilih sebagai kandidat Ketua Umum dengan nomor urut 1 dan mengikuti orasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 5 Juli 2025. “Saya sempat merasa ada tahapan yang berbeda karena diminta membuat visi misi. Dari situ diumumkan 10 nama yang lanjut ke tahap berikutnya,” katanya.
Sebagai mahasiswa yang masih tergolong semester muda, ia mengaku sempat merasa kurang percaya diri. Bahkan saat namanya muncul sebagai kandidat teratas, ia meragukan kemampuannya sendiri. “Saya sempat berpikir belum mampu, tapi ternyata saya dipercaya menjadi ketua,” ujarnya.
Dalam proses pemilihan tersebut, Feriona berhasil memperoleh suara terbanyak. Ia kemudian resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan dalam rangkaian kegiatan Pelantikan x ASC 2025 pada 13 September 2025, serta dikukuhkan dalam kegiatan Awakening 2025 pada 1 November 2025.
Sejak saat itu, ia mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Anggota Muda IAI Wilayah Jawa Timur hingga masa jabatan yang berlangsung sampai Agustus 2026. Peran tersebut menuntut tanggung jawab besar, mulai dari mengoordinasikan program kerja hingga menjalin komunikasi dengan mahasiswa akuntansi di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur serta jaringan nasional. “Waktu pertama kali menjabat, saya sampai menangis karena merasa amanahnya besar sekali,” tuturnya.
Di tengah tanggung jawab tersebut, Feriona tetap menjalankan aktivitas akademik dan mengikuti kompetisi. Proses ini menjadi bagian dari perjalanan panjangnya, yang sejak sekolah awalnya lebih berfokus pada akademik sebelum mulai aktif di organisasi dan kompetisi sejak SMP hingga SMA.
Lingkungan kampus Untag Surabaya turut berperan dalam mendukung perkembangan tersebut. Ia mengaku mendapatkan dukungan dari dosen maupun teman-temannya.
“Teman-teman saling support, dosen juga memfasilitasi. Itu sangat membantu,” katanya.
Di akhir, Feriona membagikan pesan bagi mahasiswa lain agar berani melangkah dan percaya pada kemampuan diri. Kiprah ini menunjukkan bahwa mahasiswa Untag Surabaya tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu mengambil peran penting dalam organisasi profesi serta berkontribusi dalam ekosistem akuntansi yang lebih luas. [ina.wwn]


