31.1 C
Sidoarjo
Monday, July 13, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Laksanakan Pengabdian Masyarakat Melalui Pelatihan Produk Olahan Mangga di Desa Gedangan


Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan produk olahan mangga di desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah buah mangga melalui inovasi produk berupa pudding mangga, selai mangga, dan pickle mangga.

Pelatihan di ikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Gedangan sebagai mitra kegiatan. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Untag Surabaya, salah satunya Bella Shaharani Putri Haryono bersama ketiga rekannya, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi.

Desa Gedangan memiliki potensi hasil panen mangga yang melimpah. Namun, sebagian besar buah masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga memiliki risiko mengalami penurunan nilai jual saat musim panen. Melihat dari kondisi tersebut, mahasiswa Untag Surabaya menghadirkan pelatihan pengolahan mangga agar masyarakat memperolah keterampilan baru dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higenis, teknik pembuatan pudding mangga, selai mangga, dan pickle mangga, hingga cara pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki daya saing di pasaran. Peserta juga mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan mahasiswa sehingga setiap tahapan dapat dipahami dengan baik.

Dosen Pembimbing Lapangan, Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan potensi lokal desa.

Berita Terkait :  BAZNAS Tuban Salurkan Bantuan Pendidikan Tingkat Dasar dan Menengah

“Program pengabdian masyarakat ini dirancang agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi mangga yang melimpah menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga”

Sementara itu, Bella Shaharani Putri Haryono, selaku mahasiswa pengabdian masyarakat, mengatakan bahwa program tersebut dipilih karena melihat besarnya potensi mangga di Desa Gedangan.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang sederhana, mudah dipraktikan, dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Pudding mangga, selai mangga, dan pickle mangga dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses pembuatannya relative sederhana, serta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk UMKM”

Perwakilan Ibu PKK Desa Gedangan mengaku antusias mengikuti pelatihan karena memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan hasil panen mangga.

“Selama ini kami lebih sering menjual mangga dalam bentuk buah segar. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami mengetahui bahwa mangga dapat diolah menjadi berbagai produk yang menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan sebagai peluang usaha bagi warga Desa Gedangan.”

Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Untag Surabaya berharap inovasi produk olahan mangga dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong berkembangnya usaha mikro berbasis potensi lokal di Desa Gedangan. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!