28 C
Sidoarjo
Tuesday, June 2, 2026
spot_img

Mahasiswa FTMM UNAIR Raih Gold Medal WYIE


Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyabet Gold Medal serta Special Award dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim kolaborasi yang beranggotakan Raka Argha Ahsantya, Reizo Nararya Alinandito, dan Muhammad Daffa Tristan dari prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB), bersama Alifah Rahmah, Dyah Ajeng Kencana Putri, Nabiel Faiz Rusdinar, dan Bonifasius Christian Alfandhika dari prodi Rekayasa Nanoteknologi, mereka membuat inovasi “WhisPr”, yaitu alat pemantau kualitas makanan berbasis Cloud-AI, IoT, dan sensor silver nanoprism. Selasa, (2/6/2026)

Mahasiswa FTMM Unair, Raka Argha Ahsantya mengatakan Inovasi WhisPr muncul dari kepedulian tim terhadap program pemenuhan gizi anak sekolah yang rawan tercemar.

“Berbeda dengan metode konvensional berbasis pH atau suhu yang memakan waktu lama, WhisPr menawarkan solusi deteksi kebusukan yang cepat dan sangat sensitif, dimana Alat ini memanfaatkan modifikasi nanopartikel perak berbentuk prisma segitiga untuk mendeteksi gas Volatile Organic Compounds (VOC) yang dihasilkan oleh bakteri pengurai makanan busuk,” katanya.

Lanjut Raka menjelaskan bahwa saat terdekteksi sensor VOC nantinya dapat mengalami perubahan warna dari biru menjadi kuning atau hitam.

“Perubahan warna terjadi tipis atau sulit dibedakan, spectral sensor akan membantu membacanya untuk menentukan status makanan, yaitu aman (safe) saat warna tetap biru dan tidak aman (unsafe) saat mulai terjadi pergeseran warna,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Pemkab Jombang Usulkan Tiga Lokasi Saptel MBG

Raka mengukapkan WhisPr dilengkapi fitur analisis AI melalui kamera smartphone untuk memperkirakan kandungan nutrisi.

“Tujuan utama programnya untuk pemenuhan gizi mereka, tapi banyak sekali terjadi case keracunan, ingin prevent itu dengan membuat inovasi yang bisa mendeteksi kebusukan makanan secara cepat,” ujarnya.

Anggota lain Reizo menambahkan setelah kompetisi WhisPr ingi menarik perhatian investor global dan akademisi Malaysia yang tertarik mendanai inovasi.

“Sekarang tim tengah bersiap mematangkan dataset AI untuk fitur analisis nutrisi dan mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan rencananya mungkin beberapa minggu ini kita akan coba untuk mengajukan hak cipta untuk proyek kita, dan kita akan langsung gerak ke funding, alat kita ini sangat affordable dan sangat mungkin untuk di-scale up,” imbuhnya. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!