28.3 C
Sidoarjo
Monday, July 6, 2026
spot_img

Launching CFD, Pemkot Pasuruan Ajak Warga Hidup Sehat dan Gerakkan Ekonomi

Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan resmi meluncurkan program Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menyediakan ruang publik yang sehat sekaligus memicu pemulihan dan pergerakan ekonomi hilir di pusat kota.

Peluncuran perdana CFD ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo. Kawasan alun-alun yang biasanya padat oleh lalu lintas kendaraan bermotor, pagi tadi berubah menjadi lautan warga yang melakukan berbagai aktivitas fisik, mulai dari jalan kaki, bersepeda, hingga senam bersama.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyampaikan, inisiasi CFD ini didasari meningkatnya kesadaran masyarakat urban akan pentingnya gaya hidup sehat. Namun, di luar fungsi ekologis dan kesehatan, Pemkot Pasuruan membidik multiplier effect (efek berganda) dari berkumpulnya massa.

”Kita berharap kegiatan ini bisa menggerakkan semua sektor. Pertama, kita menyadari semangat hidup sehat masyarakat semakin tinggi. Di sisi lain, kita juga ingin menggerakkan sektor yang lain sehingga bisa menjadi pengungkit sektor ekonomi kita,” kata Mas Adi, sapaan akrabnya di sela-sela kegiatan, Minggu (5/7).

Pemilihan Alun-alun Kota Pasuruan sebagai lokus utama CFD dinilai strategis. Kawasan ini merupakan titik temu kultural dan ekonomi warga Pasuruan. Dengan menutup akses kendaraan bermotor selama beberapa jam, area ini bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial yang inklusif sekaligus pasar kaget potensial bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berita Terkait :  Diguyur Hujan Deras, Jalan Penghubung Batulenger-Bira Timur di Sampang Longsor

Kendati mengusung misi kebugaran dan ekonomi, pemerintah daerah memberikan catatan tebal pada aspek tata tertib lingkungan. Membludaknya jumlah warga di ruang publik sering kali berkolerasi dengan meningkatnya volume sampah domestik.

Mengantisipasi hal ini, Mas Adi mengingatkan warga agar tidak sekadar menjadi penikmat fasilitas kota, tetapi juga agen kebersihan.

”Yang utama ingat, jangan buang sampah sembarangan. Kalau perlu, kita justru bawa plastik. Begitu lihat sampah, langsung kita ambil. Siap menjaga kebersihan, ketertiban, dan kebersamaan,” tegas Mas Adi.

Dari Program CFD yang direncanakan bergulir secara rutin ini, Pemkot Pasuruan memproyeksikan lahirnya budaya urban baru yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan mampu menstimulus roda ekonomi mikro di sektor informal.

”Hal seperti ini nantinya bisa mampu menggerakkan roda perekonomian ekonomi baru,” jelas Mas Adi. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!