Kediri, Bhirawa – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, permintaan seragam sekolah di Kota Kediri mulai meningkat. Sejumlah toko perlengkapan sekolah mulai dipadati pembeli dalam sekitar 10 hari terakhir. Namun, para pedagang mengaku lonjakan penjualan tahun ini tidak seramai musim penerimaan siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya karena daya beli masyarakat menurun.
Salah satu yang merasakan kondisi tersebut adalah Muasih Setiawati, pemilik Toko Monalisa di kawasan Jalan Stasiun Utara Ruko, Kota Kediri. Menurutnya, peningkatan pembeli baru mulai terasa sekitar H-10 menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
“Sudah mulai ramai sekitar 10 hari ini. Tapi sekarang rata-rata pembeli hanya membeli satu sampai dua setel seragam. Kalau dulu bisa tiga setel,” kata Muasih saat ditemui di tokonya, Senin (6/7).
Muasih mengatakan, jumlah pembeli yang datang ke tokonya saat ini berkisar 70 hingga 100 orang per hari. Angka tersebut masih jauh di bawah tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai sekitar 200 pembeli setiap hari pada musim masuk sekolah.
“Kalau sekarang sehari sekitar 70 sampai 100 pembeli. Dulu bisa sampai 200 pembeli. Mungkin karena kondisi ekonomi sekarang agak sulit, sehingga pendapatan masyarakat berkurang dan pembelian seragam juga ikut dikurangi,” ujarnya.
Menurutnya, melemahnya kondisi ekonomi membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja. Jika sebelumnya orang tua biasa membeli dua hingga tiga setel seragam dalam satu kali transaksi, kini sebagian besar hanya membeli satu setel. Bahkan ada pula yang membeli secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.
“Saya melihat biasanya para orang tua membeli dua sampai tiga setel sekaligus. Sekarang kebanyakan hanya satu setel. Ada juga yang hari ini membeli seragam putih-biru, kemudian beberapa hari berikutnya baru membeli seragam pramuka,” ungkap Muasih.
Untuk satu setel seragam sekolah, Muasih menjualnya dengan harga sekitar Rp200 ribu. Ia juga bersyukur karena sejumlah sekolah tidak mewajibkan pembelian seragam umum melalui sekolah, sehingga orang tua masih dapat membeli seragam putih-merah, putih-biru, putih-abu-abu, maupun pramuka di toko. Sementara seragam olahraga dan seragam khas sekolah umumnya dibeli melalui pihak sekolah.
Salah seorang pembeli, Reni, mengaku datang untuk membeli seragam pramuka bagi putrinya yang akan masuk kelas X SMK. Ia hanya membeli seragam yang belum disediakan oleh sekolah.
“Saya beli seragam pramuka saja, harganya sekitar Rp200 ribu satu set. Yang lainnya dari sekolah. Saya beli di sini karena rekomendasi teman, jadi lebih mudah kalau ada yang perlu ditanyakan,” ujar Reni.
Para pedagang memperkirakan puncak penjualan seragam sekolah masih akan terjadi beberapa hari menjelang dimulainya tahun ajaran baru, ketika para orang tua melengkapi kebutuhan sekolah anak-anak mereka. [van.wwn]


