27 C
Sidoarjo
Monday, August 17, 2026
spot_img

Gus Fawait Perluas Akses Kesehatan Lewat Jember Cinta Kesehatan

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait meluncurkan kelanjutan program Jember Cinta Kesehatan tahap dua di Pondok Pesantren Nurul Islam (NURIS), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Senin (17/8/2026) siang. gege bagus s/bhirawa.

Pemkab Jember, Bhirawa. – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Jember tak hanya diwarnai seremoni. Pemerintah Kabupaten Jember menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi meluncurkan kelanjutan program Jember Cinta Kesehatan (JCK) tahap dua di Pondok Pesantren Nurul Islam (NURIS), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Senin (17/8/2026) siang.

Program layanan kesehatan gratis ini disiapkan dengan skala lebih besar. Pemkab Jember menargetkan 10 ribu penerima manfaat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.

Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Jember, dr. Ulfa Elfiah, mengatakan pendataan penerima manfaat hingga kini telah mencapai sekitar 4 ribu orang.

“Saat ini pendataan sudah mencakup sekitar 4 ribu sasaran dari target 10 ribu penerima manfaat. Cakupan layanannya tidak hanya ditujukan bagi kalangan pelajar, melainkan seluruh lapisan warga dari segala rentang usia,” ujar Ulfa.

Bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, JCK tahap dua menghadirkan beragam intervensi medis secara cuma-cuma. Layanannya mencakup pengobatan gratis, operasi katarak, penanganan kelainan bawaan atau kongenital, hingga bantuan alat medis penunjang.

Masyarakat juga dapat memperoleh alat bantu dengar, kacamata korektif, hingga prostesis atau anggota tubuh buatan berupa kaki dan tangan palsu.

Berita Terkait :  Sembilan SPPG di Kota Malang Raih Rekomendasi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi

Menurut Ulfa, program tersebut dirancang untuk mendekatkan layanan medis kepada masyarakat sekaligus mengurangi antrean panjang penanganan di rumah sakit.

Pelayanan langsung ke masyarakat juga diharapkan membantu warga yang selama ini menghadapi kendala mobilitas maupun keterbatasan akses geografis.

“Harapan kita bersama, persoalan kesehatan di Jember dapat tertangani secara tuntas. Dengan menghadirkan pelayanan kesehatan langsung di tengah-tengah warga, masyarakat tidak perlu khawatir akan akses penanganan medis yang inklusif,” katanya.

Pelaksanaan JCK tahap dua turut melibatkan kolaborasi lintas sektor. Selain dukungan anggaran Pemkab Jember, program ini diperkuat sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) serta organisasi nonpemerintah atau NGO yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kesehatan.

Gus Fawait mengatakan JCK tahun ini merupakan pengembangan dari program sebelumnya dengan cakupan pelayanan yang lebih luas.

“Hari ini, bertepatan dengan momen 17 Agustus, kita kembali menyempurnakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Setelah sebelumnya menjamin pengobatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas serta merintis program dokter keluarga bagi warga kurang mampu, kini kita meluncurkan Jember Cinta Kesehatan tahap dua,” ujar Gus Fawait.

Ada satu hal yang membuat JCK tahap dua berbeda. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kabupaten Jember.

Gus Fawait menegaskan, masyarakat dari luar Jember, bahkan dari luar Jawa Timur dan daerah lain di Indonesia, dapat mengakses sejumlah layanan yang tersedia, khususnya untuk kebutuhan medis seperti operasi katarak dan bantuan prostesis.

Berita Terkait :  Maju Calon Ketua PWI Mojokerto, Andy Yuwono Berharap Konfercab Berjalan Adil dan Bermartabat

“Kabar baiknya, program ini tidak terbatas hanya untuk warga Jember. Masyarakat dari luar daerah, warga Jawa Timur, bahkan seluruh warga Indonesia yang membutuhkan penanganan medis seperti operasi katarak atau pembagian prosthesis kaki palsu diperkenankan mendaftar,” terangnya.

Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat melakukan pendaftaran melalui koordinasi di saluran Wadul Gus’e maupun melalui puskesmas terdekat.

Pesantren Dipilih sebagai Titik Awal
Pemilihan Pondok Pesantren Nurul Islam sebagai lokasi peluncuran JCK tahap dua juga memiliki makna tersendiri.

Gus Fawait menyebut pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peran tersebut, menurutnya, kini dapat diteruskan melalui penguatan pendidikan, pembentukan karakter dan kolaborasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sengaja mengawali kegiatan ini dari Pondok Pesantren Nuris. Kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa kiai dan santri memiliki sumbangsih besar bagi republik ini. Hari ini sinergi itu kita wujudkan kembali dalam aksi nyata pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya.

Dengan target 10 ribu penerima manfaat dan cakupan layanan yang semakin luas, JCK tahap dua diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata Pemkab Jember dalam mengisi kemerdekaan: bukan hanya memperingati perjuangan para pendahulu, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih mudah dan inklusif. [geh*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!