Pemprov Jatim, Bhirawa. – Jatim Social Care (JSC) Tim Respon Kasus Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melakukan outreach dan asesmen terhadap keluarga almarhum Zulkarnain Abdil Aziz, penyandang disabilitas yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying. Kegiatan tersebut dilaksanakan, Sabtu (17/10/2026) di kediaman keluarga di kawasan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.
Pendampingan ini dilakukan setelah muncul pemberitaan viral di media sosial mengenai kasus bullying yang menimpa almarhum. Melalui asesmen tersebut, JSC Tim Respon Kasus berupaya mengidentifikasi kondisi keluarga, kebutuhan mendesak, serta dukungan yang diperlukan untuk membantu keluarga menghadapi situasi pascakejadian.
JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim, Nursoleh, menceritakan bahwa asesmen dilakukan dengan memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil pendataan, keluarga tersebut masuk dalam desil 1, tetapi belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sembako. Sementara itu, kepesertaan PBI JKN seluruh anggota keluarga yang didata tercatat aktif.
“Melalui asesmen ini, kami berupaya mengidentifikasi kebutuhan keluarga, baik dari sisi bantuan sosial maupun pendampingan lanjutan, agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” ujar Nursoleh, Senin (19/10)..
Dalam kesehariannya, keluarga mengandalkan penghasilan ibu dan anak pertama yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ibu bekerja, sedangkan anak pertama membantu perekonomian keluarga dengan menitipkan makanan di warung-warung serta melakukan layanan antar-jemput. Di sisi lain, ayah almarhum mengaku memiliki kondisi kesehatan yang membatasi kemampuannya untuk beraktivitas secara maksimal.
Keluarga menyampaikan kebutuhan berupa pendampingan hukum, bantuan modal usaha, dan bantuan sembako. Sebelumnya, keluarga telah menerima sejumlah dukungan, di antaranya bantuan rombong dari BAZNAS, serta rombong, sembako, kasur, dan kursi roda dari Dinas Sosial Kota Surabaya. Bantuan juga datang dari pihak kepolisian, masyarakat sekitar, dan sejumlah penggiat sosial.
Dalam pelaksanaan outreach, petugas turut memperhatikan permintaan warga sekitar serta kesepakatan dengan pihak kelurahan untuk membatasi kunjungan ke rumah keluarga. Oleh karena itu, proses asesmen dilakukan melalui koordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Rungkut agar pendampingan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi keluarga dan lingkungan setempat.
Melalui langkah tersebut, Dinsos Jatim terus mengupayakan identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan pihak terkait sebagai bagian dari penanganan kasus sosial. Pendampingan diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh akses terhadap dukungan yang dibutuhkan, termasuk bantuan sosial, penguatan ekonomi, dan pendampingan hukum sesuai mekanisme yang berlaku.[rac.ca]




