28.4 C
Sidoarjo
Monday, October 19, 2026
spot_img

Lustrum XIII FEB UB, Wamendiktisaintek Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI


Malang, Bhirawa – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D., mengingatkan seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa, agar tidak terlampau bergantung pada teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ketergantungan berlebih terhadap teknologi dikhawatirkan dapat mengikis nalar kritis dan kedalaman pemikiran generasi muda.

Peringatan tersebut disampaikan Prof. Stella saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian peringatan Lustrum XIII (Dies Natalis ke-65) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) di Auditorium Pandhita Majapahit UB, Senin (19/10).

Prof. Stella memaparkan, lompatan AI berlangsung secara eksponensial. Ia mengibaratkannya dengan kisah penggandaan butir beras di 64 kotak papan catur yang berakhir pada angka fantastis hingga 18,4 kuintiliun butir. Karakter eksponensial ini kerap tidak disadari manusia karena awalnya terlihat lambat, namun tiba-tiba melonjak melampaui kemampuan adaptasi.

Sebagai seorang ilmuwan kognitif, ia membeberkan sejumlah riset internasional mengenai dampak negatif AI. Kajian OECD menunjukkan siswa yang rutin memakai AI setiap hari justru mengalami penurunan skor sains. Sementara itu, riset gabungan MIT, Harvard University, dan Wellesley College membuktikan bahwa esai mahasiswa yang dikerjakan murni lewat pemikiran mandiri (brain only) memiliki mutu terbaik ketimbang karya yang mengandalkan AI.

Bahkan di sektor profesional medis, akurasi dokter mendeteksi polip merosot dari 28,4 persen menjadi 22,4 persen hanya dalam tempo tiga bulan setelah terbiasa bertumpu pada AI. Di sisi lain, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam adopsi AI di sektor pendidikan.

Berita Terkait :  Mengadakan Market Entry Strategy to Indonesia 2024 Ajang Inovasi Produk

“Pemerintah tidak melarang penggunaan AI, tetapi mahasiswa dan akademisi harus bijak. Jangan sampai alat bantu teknologi ini justru mengikis daya nalar kritis, tradisi riset mandiri, serta kedalaman pemikiran kita,” tegas Stella.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., mengapresiasi deretan capaian strategis FEB UB. Salah satu yang disorot adalah keberhasilan mencetak lulusan mandiri, di mana 19 persen alumninya berkarier sebagai wirausahawan (entrepreneur).

“Ini sangat membanggakan dan tergolong langka. Rata-rata orang tua ingin anaknya kuliah lalu jadi pegawai. Saat data nasional baru sekitar 3 persen dan negara maju di atas 10 persen, FEB UB sudah menembus 19 persen,” puji Rektor.

Selain serapan alumni di sektor kewirausahaan, FEB UB tercatat menjadi pilar penopang utama Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Hal ini ditopang produktivitas jurnal bereputasi Q1, masuknya tiga bidang keilmuan dalam jajaran 500 besar dunia, serta proporsi dosen bergelar doktor (S3) yang telah mencapai 64 persen.

Sementara itu, Dekan FEB UB, Prof. Abdul Ghofar, SE., M.Si., M.Acc., Ak., Ph.D., menegaskan komitmen fakultas dalam menggembleng calon pemimpin masa depan sesuai visi barunya: to educate future leaders in business and economics.

Berdasarkan data tracer study internal tahun 2025, angka keterserapan lulusan FEB UB mencapai 100 persen dalam dunia kerja maupun wirausaha, dengan masa tunggu maksimal satu tahun. Capaian ini melesat dari tahun 2024 yang tercatat sebesar 65 persen.

Berita Terkait :  Satlantas dan Satbinmas Edukasi Santri Gresik Lewat Road Safety

“Capaian ini diraih lewat integrasi kurikulum, kewajiban magang minimal satu semester bagi seribu mahasiswa per angkatan, serta kelas kolaboratif 3-in-1 bersama akademisi global dan praktisi industri,” pungkas Abdul Ghofar sembari memaparkan torehan 275 hak cipta inovasi serta paten produk yang telah dikantongi mahasiswa dan dosen pembimbing. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!