32 C
Sidoarjo
Wednesday, April 15, 2026
spot_img

Jelang Muktamar NU, Gus Salam Intensifkan Silaturahmi, Tegaskan Fokus Khidmah

Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. arif yulianto/bhirawa

Jombang, Bhirawa.
Menjelang muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam terus memperkuat komunikasi dengan para kiai sepuh serta jajaran struktural organisasi.

Gus Salam menempuh langkah konsolidasi melalui silaturahmi sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan.

Cucu KH Bisri Syansuri itu menegaskan, dirinya tidak terlalu nyaman dengan istilah pencalonan dalam konteks NU.

Gus Salam menilai, dinamika organisasi keagamaan itu lebih mengedepankan pengabdian dibandingkan kontestasi.

“Di NU itu perspektifnya adalah pengabdian,” kata Gus Salam, Selasa (14/04).

“Karena itu saya lebih memilih menyebutnya sebagai ikhtiar mencari kepercayaan,” tuturnya.

Gus Salam menyampaikan, beberapa waktu terakhir ini dirinya aktif bersilaturahmi ke sejumlah pesantren dan tokoh ulama di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kunjungan tersebut, kata Gus Salam, bertujuan untuk memohon doa sekaligus restu sebagai bekal dalam menjalankan amanah organisasi.

Gus Salam juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pengurus wilayah dan pengurus cabang terus dilakukan.

Dia menargetkan dapat menjangkau sebagian besar struktur organisasi sebelum muktamar digelar.

Secara tidak langsung, ia juga menyoroti pentingnya kepastian jadwal dan lokasi muktamar. Menurutnya, kejelasan tersebut dibutuhkan agar roda organisasi dapat berjalan optimal, mengingat masih adanya kepengurusan di tingkat daerah yang belum definitif.

Berita Terkait :  Jaga Kesehatan, Masyarakat Sidoarjo Usia Tua dan Muda Diajak Banyak Bergerak

Menurutnya, kondisi sejumlah cabang yang masih berstatus karateker atau kepengurusannya telah habis masa berlaku dinilai dapat menghambat kinerja organisasi secara keseluruhan.

Gus Salam juga menekankan perlunya rekonsiliasi internal sebagai fondasi utama memperkuat NU ke depan.

Dalam pandangannya, perbedaan adalah hal wajar, namun harus dikelola agar tidak menimbulkan perpecahan.

“Yang paling prinsip adalah rekonsiliasi total. NU ini organisasi besar dengan kepercayaan umat yang tinggi, sehingga persatuan dan kebersamaan harus dijaga,” katanya menandaskan.

Pembina Ikatan Keluarga Alumni Ponpes Mambaul Ma’arif, Sholahudin Fathurohman mengatakan, pihaknya bersama dzuriah keluarga besar KH Bisri Syansuri telah bermusyawarah dan sepakat mendorong Gus Salam untuk berkiprah dalam muktamar.

Dikatakannya, keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta legitimasi kultural di lingkungan pesantren.

“Kami sepakat meminta beliau untuk maju. Secara keilmuan dan kapabilitas, kami tidak meragukan,” pungkasnya. [rif.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!