28 C
Sidoarjo
Tuesday, April 14, 2026
spot_img

Minyakita Langka di Kota Pasuruan, Disperindag Sebut Terkendala Prioritas Penyaluran Bulog

Kota Pasuruan, Bhirawa
Masyarakat Kota Pasuruan tengah didera kesulitan akibat langkanya ketersediaan minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita, di pasar-pasar tradisional. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mengakui adanya kendala serius dalam rantai pasok.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, menyatakan tersendatnya aliran Minyakita disebabkan adanya pergeseran prioritas distribusi di tingkat pusat.

“Distribusi sempat terlambat karena Bulog mendapat penugasan khusus untuk penyaluran bantuan pangan, termasuk beras dan minyak goreng. Hal ini berdampak pada stok Minyakita di pasar tradisional yang sempat kosong dalam beberapa waktu,” tandas Mulyono saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).

Menurutnya, kondisi stok yang menipis ini masih dirasakan di sejumlah titik hingga saat ini. Di sisi lain, harga minyak goreng secara umum, baik curah maupun kemasan bermerek lainnya, belum menunjukkan tren penurunan dan masih bertahan di level yang relatif tinggi.

“Bila dilihat di lapangan, harga minyak goreng saat ini memang masih cukup tinggi, baik yang curah maupun kemasan,” kata Mulyono.

Saat ini, pihaknya berencana mengambil langkah taktis melalui intervensi pasar. Ia menjelaskan, pihaknya akan segera menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan barang.

“Upaya yang kami lakukan adalah melalui operasi pasar bersama Bulog. Afar pasokan kembali normal dan harga di tingkat konsumen bisa lebih terjangkau, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada komoditas ini,” kata Mulyono.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Dukung Program PMT Bergizi Bagi Balita

Tentu saja, kelangkaan tersebut berimplikasi langsung pada harga di tingkat pedagang. Minyakita yang seharusnya dibanderol sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter, kini justru menembus angka Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter di pasaran.

Seorang pedagang di Pasar Kebonagung, Wiwik, mengaku sudah tidak menerima pasokan resmi sejak momen Lebaran lalu.

Kekosongan stok yang berkepanjangan memaksa pedagang dan konsumen beralih ke minyak goreng kemasan lain atau minyak curah yang harganya pun ikut terkerek naik.

“Sudah lama tidak dapat kiriman Minyakita. Sejak Lebaran kosong terus. Kalaupun ada stok sisa atau dari sumber lain, harganya sudah sangat mahal, tidak mungkin dijual sesuai HET,” keluh Wiwik.

Data di lapangan menunjukkan minyak goreng kemasan ukuran dua liter kini menyentuh harga Rp 43 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu.

Sementara itu, minyak goreng curah yang menjadi alternatif terakhir warga melonjak drastis dari Rp19.500 menjadi Rp22.500 per liter. Kondisi tersebut semakin memberatkan beban ekonomi rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sholeh, salah satu warga Kota Pasuruan, mengeluhkan betapa sulitnya mengatur pengeluaran harian di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang serentak.

“Sekarang semuanya naik. Mau cari Minyakita yang biasanya paling terjangkau juga tidak ada. Kami rakyat kecil hanya berharap pasokan kembali normal dan harga bisa ditekan,” ucap Sholeh. [hil.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!