Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso masih tampak sepi dari aktivitas dan pintu gerbangnya masih ditutup, Selasa (14/4) siang.
Pemkab Tulungagung, Bhirawa.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, belum bisa menggunakan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso untuk melakukan aktivitas kerja. Ia untuk sementara berkantor di ruangan bupati yang ada di Kantor Bupati Sekretariat Pemkab Tulungagung.
“Berkantor di Pemda sini,” ujarnya saat ditanya kantor yang akan digunakan untuk menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Tulungagung usai rapat staf di Ruang Prajamukti Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (14/4) siang.
Menurut dia, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso belum bisa digunakan. Hal ini karena KPK masih membutuhkan ruangan di pendopo.
“KPK masih membutuhkan ruangan-ruangan di pendopo dan kita tidak bisa mengganggu,” terangnya.
Plt Bupati Ahmad Baharudin mengakui jika sejumlah ruangan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso masih disegel oleh KPK.
“Ya disegel. Sampai nanti kita diperbolehkan oleh KPK menggunakan ruangan – ruangan tersebut lagi,” sambungnya.
Selanjutnya, pria yang juga masih menjabat sebagai Wabup Tulungagung ini mengaku tidak hafal berapa ruangan di sejumlah kantor OPD dan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso yang disegel KPK. Termasuk ruangan di Kantor BPKAD Kabupaten Tulungagung yang baru di segel KPK pada Senin (13/4) siang kemarin.
“Saya tidak hafal. Kurang paham. Kantor BPKAD disegel juga tidak dengar,” ucapnya.
Sementara itu, terkait materi rapat staf bersama seluruh kepala OPD lingkup Pemkab Tulungagung dan menghadirkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemprov Jatim, Plt Bupati Ahmad Baharudin menekankan agar pelayanan publik tetap berjalan.
“Teman-teman staf agar supaya tetap bekerja melaksanakan tugasnya melaksanakan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa,” paparnya. [wed.hel]


