30 C
Sidoarjo
Wednesday, May 27, 2026
spot_img

Jaga Kebersamaan, Pegawai Rutan Situbondo dan Warga Binaan Pemasyarakatan Kompak Olah Daging Kurban

Situbondo, Bhirawa

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat di Rutan Kelas IIB Situbondo usai pelaksanaan Salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban. Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama-sama melanjutkan kegiatan dengan mengolah daging kurban menjadi sate dan gulai. Proses pemotongan daging dan penyusunan sate dilaksanakan di depan Aula Rutan Situbondo dengan penuh semangat gotong royong.

Para petugas dan WBP tampak saling bekerja sama memotong daging menjadi bagian kecil sebelum ditusuk menggunakan tusukan sate. Momentum tersebut menjadi bentuk kebersamaan yang hangat dalam perayaan Hari Raya Idul Adha di lingkungan Rutan Situbondo, Rabu (27/5).

Dalam proses pembuatan sate, suasana kekompakan terlihat saat petugas dan WBP duduk bersama menyusun potongan daging sate secara bergantian. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban di depan Aula Rutan Situbondo.

Tidak hanya sate, sebagian daging kurban juga diolah menjadi gulai sebagai menu tambahan bagi warga binaan. Setelah proses penyusunan sate selesai, pembakaran sate dilakukan di area lapangan upacara Rutan Situbondo.

Asap pembakaran sate dan aroma bumbu yang khas menambah semarak suasana Idul Adha di dalam rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Suwono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proses memasak bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara petugas dan WBP.

“Ada nilai kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam kegiatan Idul Adha harus terus dijaga dan ditanamkan di lingkungan pemasyarakatan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan dan kebersamaan antara petugas dan warga binaan,” ujar Suwono.

Berita Terkait :  PWRI Sidoarjo Diharapkan Kerja Sama dengan Pemerintah untuk Mengentaskan Kemiskinan

Mantan Kepala Rutan Papua itu  mengapresiasi semangat seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Suwono kembali menjelaskan bahwa keterlibatan WBP dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan sosial dan mental.

“Dengan ikut serta dalam proses pengolahan daging kurban, warga binaan dapat belajar mengenai kerja sama, tanggung jawab, dan rasa saling membantu. Selain memberikan pengalaman positif, kegiatan tersebut juga menciptakan suasana yang lebih humanis di lingkungan rutan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Rubasan Pasuruan itu melanjutkan, para WBP tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh semangat. Keharmonisan yang tercipta selama kegiatan berlangsung menjadi cerminan pembinaan yang positif di Rutan Situbondo.

“Setelah seluruh proses memasak selesai, sate dan gulai kemudian dibagikan kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Situbondo. Pembagian makanan dilakukan secara tertib oleh petugas ke masing-masing blok hunian,” tambahnya.

Masih kata Suwono, para WBP menyambut pembagian hidangan tersebut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat kebersamaan dan mempererat rasa persaudaraan dalam momentum Hari Raya Idul Adha.

“Melalui perayaan ini, Rutan Situbondo terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, penuh nilai sosial, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan Rutan,” pungkas pria asli Kediri itu. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!