Surabaya, Bhirawa. – Menjaga keandalan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi dan memberikan kontribusi ekonomi serta sosial bagi daerah, Searah terus memperkuat keberlanjutan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi aset, pengembangan lapangan, dan eksplorasi sumber daya baru.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan media engagement yang digelar Searah Ketapang II Ltd. bersama hampir 50 perwakilan media regional Jawa Timur dan lokal Sampang, di Surabaya, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan identitas baru perusahaan hasil transformasi dari PC Ketapang II Ltd.
Searah merupakan perusahaan energi independen berbentuk usaha patungan 50:50 antara PETRONAS dan Eni yang resmi berdiri pada 1 Juni 2026. Perubahan nama ini bagian dari konsolidasi portofolio, sementara fondasi operasional yang telah terbangun tetap dilanjutkan.
Pimpinan Komunikasi Searah, Nabil Aswad M Hatta, menegaskan perusahaan berkomitmen menjaga keandalan operasi dan mengoptimalkan potensi aset di Jawa Timur. “Kami mengelola WK Ketapang dan North Ketapang, mencakup produksi, pengembangan lapangan, hingga eksplorasi dengan pengelolaan yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Lapangan Bukit Tua yang telah berproduksi sejak 2015 terus dioptimalkan melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai September 2026. Sementara itu, proyek Lapangan Bukit Panjang yang telah mendapat persetujuan investasi pada April 2026 kini memasuki tahap konstruksi, dengan target produksi perdana pada 2028 dan puncak produksi mencapai 50 MMSCFD. Penemuan hidrokarbon dari sumur Barokah-1 juga membuka harapan potensi baru di Cekungan Madura Utara.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menekankan pentingnya sinergi. “Keberlanjutan investasi butuh dukungan semua pihak agar operasi aman dan memberi manfaat nyata bagi warga sekitar,” jelasnya.
Tak hanya fokus produksi, Searah juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, lingkungan, dan ekonomi lokal. Pimpinan Stakeholder Relations Searah, Fery Sarjana, menegaskan kehadiran perusahaan harus beriringan dengan tanggung jawab sosial. Komunikasi terbuka dengan masyarakat terus diperkuat agar setiap tahapan pembangunan dipahami dengan baik dan membawa manfaat bersama. [riiq.kt]


