Kab. Probolinggo, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan senilai Rp19,82 miliar untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo melalui 16 jenis program. Bantuan tersebut mencakup sektor pertanian, infrastruktur, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan hingga perlindungan sosial.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Selasa (3/11) sore. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur itu dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Probolinggo Mohammad Haris.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan, total bantuan untuk Kabupaten Probolinggo mencapai Rp19.824.700.000. Anggaran tersebut bersumber dari rupiah murni dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).
“Total bantuan yang disalurkan untuk Kabupaten Probolinggo mencapai Rp19.824.700.000. Ini merupakan angka yang luar biasa dan menjadi bentuk kecintaan Ibu Gubernur kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Bantuan ini tidak hanya untuk penanganan kemiskinan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Novi, bantuan tersebut disalurkan melalui 16 program, di antaranya alat dan mesin pertanian, pembinaan pembangunan jalan kabupaten melalui 150 paket aspal dari Dinas Pekerjaan Umum, paket gizi untuk pencegahan stunting, bantuan rombong usaha dari Baznas, zakat produktif, serta bantuan pemberdayaan nelayan.
Selain itu, terdapat program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, Jatim Puspa, bantuan keuangan desa, bantuan bagi lanjut usia melalui PKH Plus, Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara dan KIP KPM Jawara, bantuan tunai fakir, bedah rumah Baznas, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Bantuan lainnya berupa operasional pendamping PKH Plus serta tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Selain penyaluran bantuan, Pemprov Jatim juga menghadirkan sejumlah layanan langsung bagi masyarakat. Di antaranya khitanan massal yang diikuti 93 anak, fasilitasi akad nikah dan isbat nikah bagi tujuh pasangan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan dukungan psikososial bagi anak dan remaja, perpustakaan dan literasi, serta pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah ketepatan data penerima bantuan sosial. Dinsos Jatim membuka layanan digitalisasi perlindungan sosial untuk membantu masyarakat mengetahui status desil dan kepesertaan bantuan sosial.
Novi mengatakan, layanan tersebut juga menjadi sarana bagi masyarakat yang merasa belum menerima bantuan meskipun membutuhkan untuk menyampaikan persoalan dan mendapatkan tindak lanjut.
“Banyak masyarakat yang datang menanyakan status desilnya, termasuk yang belum menerima bantuan sosial. Kami memberikan pelayanan dan meneruskan sejumlah persoalan kepada Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo untuk dilakukan verifikasi ulang sesuai kondisi masyarakat,” jelasnya.
Verifikasi tersebut diperlukan agar data penerima bantuan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan. Dengan demikian, penyaluran program perlindungan sosial diharapkan lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengapresiasi bantuan yang disalurkan Pemprov Jatim. Menurutnya, program tersebut menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pertanian, pembangunan infrastruktur hingga perlindungan kelompok rentan.
“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian khusus Ibu Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Semoga seluruh bantuan yang diberikan membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Haris juga menilai penggunaan data sebagai dasar pengambilan kebijakan menjadi hal penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, data yang akurat diperlukan agar program pembangunan dan bantuan dapat menjawab persoalan masyarakat secara tepat.
“Saya banyak belajar dari Ibu Gubernur. Setiap pagi beliau selalu menyampaikan dan membaca data. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan, beliau selalu menekankan pentingnya data. Ini menjadi pelajaran bagi kami bahwa setiap kebijakan harus didukung data yang akurat,” jelasnya.
Selain bantuan sosial dan pembangunan, Haris juga menyoroti pentingnya pelestarian lingkungan, termasuk penanaman mangrove di Kabupaten Probolinggo. Ia menyebut kegiatan penanaman pohon sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
“Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan ikut menciptakannya. Apa yang dilakukan Ibu Gubernur melalui kegiatan menanam ini merupakan contoh nyata. Menanam bukan sekadar meletakkan pohon di tanah, tetapi juga menanam kebaikan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan dan pertemuan sebagai sarana memperkuat silaturahmi serta menambah pengetahuan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, perangkat desa, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Penyaluran bantuan di Kabupaten Probolinggo merupakan bagian dari rangkaian Sapa Bansos dan Bakti Sosial Pemprov Jatim yang juga telah dilaksanakan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Sumenep dan Pacitan. [fir.gat]


