29.3 C
Sidoarjo
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

Guru SLBN Gedangan Peroleh 32 Hak Cipta Buku Praktik


Sidoarjo, Bhirawa – Sebanyak 32 guru Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Gedangan, Sidoarjo, berhasil menghasilkan karya buku praktik baik pembelajaran. Karya mereka pun berhasil memperoleh 32 Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Dalam karyanya para guru tersebut mendokumentasikan berbagai strategi guru dalam mendampingi dan mengembangkan kemampuan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Penyerahan hak cipta tersebut menjadi bagian dari Showcase Pembelajaran Mendalam dan Koding/Kecerdasan Artifisial (PM dan KKA) 2026 yang digelar, Rabu (4/11). Dua buku praktik baik yang diterbitkan memuat pengalaman guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Kepala SLBN Gedangan, Puguh Sudarminto, mengatakan, penerbitan buku tersebut bertujuan membagikan pengalaman dan praktik baik pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah. Dengan demikian, strategi yang telah dikembangkan guru tidak hanya menjadi pengetahuan internal, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi satuan pendidikan lainnya.

“Kami ingin membagikan praktik baik pembelajaran mendalam serta koding dan kecerdasan artifisial di lembaga kami melalui sebuah tulisan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buku pertama melibatkan 12 guru, sedangkan buku kedua melibatkan 25 guru. Dari karya tersebut, sekolah memperoleh 32 hak cipta. Saat ini, sekitar 90 persen guru SLBN Gedangan telah mengimplementasikan pembelajaran mendalam, sedangkan 60 persen di antaranya telah menerapkan pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan koding dan kecerdasan artifisial.

Berita Terkait :  Optimalkan Medsos DPRD Kota Surabaya dalam Meningkatkan Kesadaran Politik

Menurut Puguh, penerapan pembelajaran tersebut mendapat respons positif dari siswa. Mereka menikmati proses belajar yang mengedepankan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan (joyful learning).

Penyusunan buku praktik baik ini juga melibatkan pendampingan literasi dari Dosen Departemen Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Kartika Nuswantara. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat ITS untuk mengembangkan konten aplikasi Bacakan Buku dengan mengintegrasikan pembelajaran dan kecerdasan buatan.

Kartika mengatakan, selama ini para guru sebenarnya telah memiliki banyak strategi untuk mengatasi berbagai hambatan belajar siswa ABK. Namun, pengalaman tersebut belum banyak didokumentasikan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara luas oleh guru maupun orang tua lainnya.

“Para guru sebenarnya sudah memiliki banyak praktik baik dalam menghadapi berbagai hambatan anak. Sayangnya, pengalaman itu hanya menjadi kekayaan pribadi. Padahal, banyak guru dan orang tua lain yang juga membutuhkan referensi untuk mendampingi anak-anak dengan hambatan tertentu,” jelasnya.

Dalam proses penulisan, guru didampingi untuk menggali ide dan menyusun pengalaman menjadi karya tulis. Teknologi kecerdasan buatan juga dimanfaatkan untuk membantu penyusunan draf awal. Namun, seluruh materi tetap harus diperiksa, diperbaiki, dan divalidasi oleh guru agar sesuai dengan pengalaman serta kebutuhan siswa.

Konten buku banyak mengangkat cerita keseharian anak, termasuk pembiasaan perilaku positif seperti mencuci tangan, pembentukan karakter, hingga pengembangan rasa percaya diri. Materi disajikan melalui narasi dan ilustrasi agar lebih mudah dipahami siswa.

Berita Terkait :  Warung Mobil BGSkin Sediakan 300 Porsi Nasi Tiap Hari

Pengembangan ilustrasi melibatkan 15 mahasiswa Departemen Studi Pembangunan ITS dengan memanfaatkan teknologi AI Gemini. Sementara itu, guru berperan menyusun konten berdasarkan kedekatan dan pengalaman mereka dalam mendampingi siswa.

Kartika menjelaskan, karya tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan aplikasi Bacakan Buku yang memiliki fitur text to speech. Fitur ini diharapkan dapat membantu anak-anak yang memiliki hambatan dalam mengakses bahan bacaan.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo-Surabaya, Kiswanto, mengapresiasi kreativitas dan produktivitas para guru SLBN Gedangan. Menurutnya, keberhasilan menghasilkan puluhan hak cipta menjadi inspirasi bagi sekolah lain, termasuk SMA dan SMK, untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran.

“Ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain. SLB saja mampu menghasilkan puluhan karya yang mendapatkan HaKI. Lalu bagaimana dengan SMA dan SMK? Ini menjadi motivasi agar guru terus berkarya dan menghasilkan inovasi,” ungkapnya.

Ia menilai, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi seperti ITS menjadi salah satu upaya positif dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Melalui pendampingan tersebut, pengalaman guru dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki manfaat lebih luas.

Puguh berharap, publikasi buku dan perolehan hak cipta tersebut semakin memacu para guru untuk tidak berhenti belajar, berkarya, dan berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa berkebutuhan khusus. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!