30 C
Sidoarjo
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Perkuat Deteksi Dini AIDS, TBC dan Malaria

Pemkot Kediri, Bhirawa. – Pemerintah Kota Kediri meraih Penghargaan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Award 2026 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES).

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya Pemkot Kediri dalam memperkuat pencegahan dan penanganan tiga penyakit menular tersebut.

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya kepada Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Selasa (3/11).

Vinanda mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah bersama masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin menjadi bagian penting dalam menekan risiko penularan.

“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Lakukan pemeriksaan secara rutin, bisa melalui posyandu maupun puskesmas. Pemerintah juga senantiasa mengadakan cek kesehatan gratis. Jadi, jangan takut untuk memeriksakan diri karena ini penting agar kita mengetahui kondisi tubuh sejak dini,” pesannya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Kota Kediri Salim Darmawan yang turut mendampingi wali kota menjelaskan, penghargaan tersebut tidak lepas dari berbagai program penanggulangan ATM yang melibatkan tenaga kesehatan, masyarakat, dan lintas sektor.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama tenaga kesehatan, masyarakat, dan lintas sektor. Berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dari edukasi, penemuan kasus, pemeriksaan, hingga pendampingan pengobatan,” ujar Salim.

Berita Terkait :  Dinkes Surabaya Gratiskan Vaksin PCV untuk Lindungi Balita dari Pneumonia

Untuk penanggulangan HIV/AIDS, Pemkot Kediri melakukan edukasi pencegahan dan penularan, pemeriksaan serta konseling melalui layanan Mobile VCT. Pemeriksaan juga menyasar kelompok berisiko, sedangkan pasien yang terdiagnosis HIV mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV) secara berkelanjutan.

Pada penanggulangan TBC, upaya dilakukan melalui pelacakan kasus, pemeriksaan kelompok berisiko, serta pembaruan data dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Pemkot juga mengoperasikan layanan Mobile X-ray di tiga kecamatan untuk mendukung penemuan kasus. Selain itu, pendampingan melalui layanan homecare diberikan guna membantu keberlanjutan pengobatan pasien.

Adapun pencegahan malaria dilakukan melalui sosialisasi, pemeriksaan kelompok berisiko, penyediaan logistik kesehatan, serta koordinasi pemeriksaan laboratorium dengan daerah lain. Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi penularan sekaligus menemukan kasus sedini mungkin.

Salim menambahkan, pengendalian ATM juga diperkuat melalui kemitraan dengan satuan pendidikan, pesantren, dan pihak swasta.

Dukungan lainnya berupa bantuan sosial dan pemenuhan gizi bagi pasien TBC dari keluarga miskin, penguatan sarana kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, serta dukungan anggaran daerah.

Pemantauan perkembangan penyakit juga dilakukan melalui surveilans terintegrasi secara real-time untuk mendukung pengawasan kasus dan mempercepat penanganan. [van.nov.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!