Polisi Baik Ipda Purnomo bantu tebus Ijazah milik anak piatu dan Sarjana yang tertahan karena tunggakan . suprayitno/bhirawa.
Lamongan, Bhirawa – Keterbatasan ekonomi tak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih masa depan. Prinsip itulah yang terus dipegang Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal sebagai sosok “Polisi Baik” ini.
Melalui aksi sosial bersama relawan Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang didirikannya, Ipda Purnomo kembali turun tangan membantu warga kurang mampu. Kali ini, kepeduliannya menyasar persoalan tunggakan biaya pendidikan yang membuat ijazah sejumlah anak dan lulusan perguruan tinggi belum dapat diambil.
Salah satunya dialami seorang anak piatu di Lamongan. Meski kini telah duduk di bangku SMP, ijazah SD miliknya masih tertahan karena terdapat tunggakan biaya pendidikan sebesar Rp 1,3 juta.
Kondisi ekonomi keluarga membuat tunggakan tersebut belum mampu diselesaikan. Ayahnya sehari – hari bekerja sebagai kuli bangunan untuk menghidupi tiga orang anak.
Mendengar kondisi tersebut, Ipda Purnomo bersama para relawan kemudian berupaya membantu melunasi tunggakan agar ijazah sang anak dapat segera diambil.
Bukan hanya anak piatu tersebut. Kepedulian yang sama juga diberikan kepada seorang lulusan perguruan tinggi di Lamongan yang tengah berjuang mewujudkan cita – citanya menjadi guru.
Ijazah kelulusannya masih tertahan di kampus lantaran terdapat tunggakan sebesar Rp 2 juta. Kondisi tersebut menjadi kendala bagi yang bersangkutan untuk menggunakan ijazah sebagai salah satu persyaratan mencari pekerjaan.
Bantuan pelunasan kemudian diberikan agar ijazah dapat segera diambil dan digunakan untuk membuka peluang kerja sekaligus mengejar cita – cita menjadi seorang guru.
“Insya Allah segera kita bantu pelunasannya agar ijazah bisa diambil dan digunakan untuk melanjutkan sekolah maupun melamar pekerjaan. Sebab, setiap anak berhak memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Ipda Purnomo, Sabtu (19/9/2026).
Aksi Ipda Purnomo bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi tidak berhenti pada persoalan ijazah. Selama ini, yayasan tersebut juga rutin memberikan bantuan pendidikan kepada anak – anak dari keluarga prasejahtera.
Mulai dari membagikan perlengkapan sekolah, membantu pembayaran Lembar Kerja Siswa (LKS), hingga membelikan seragam sekolah baru bagi siswa yang membutuhkan.
Bagi Ipda Purnomo, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita.

Di luar bidang pendidikan, polisi yang kini menjabat sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan tersebut juga dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Selama lebih dari 10 tahun, Ipda Purnomo turut merawat dan membantu proses rehabilitasi ribuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Berbagai aksi tersebut menjadi bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga berupaya membuka jalan agar mereka dapat kembali memiliki harapan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Bagi penerima bantuan, pelunasan tunggakan dan penebusan ijazah bukan sekadar persoalan administrasi. Dokumen pendidikan tersebut menjadi bekal penting untuk melanjutkan sekolah maupun mencari pekerjaan.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi keluarga kurang mampu, bantuan tersebut setidaknya memberikan satu pintu kesempatan untuk kembali terbuka. [yit.hel].


