Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Pemkab Pasuruan menyatakan komitmennya untuk membantu proses pemulihan dan rekonstruksi Pasar Kepulungan di Kecamatan Gempol yang hangus terbakar beberapa waktu lalu.
Meski berstatus sebagai pasar desa yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa setempat, Pemkab Pasuruan akan mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) demi mempercepat pemulihan roda ekonomi warga.
Wakil Bupati (Wabub) Pasuruan, HM Shobih Asrori menyampaikan tata kelola Pasar Kepulungan memang memiliki perbedaan mendasar dengan pasar daerah.
Jika pasar daerah berada di bawah naungan langsung Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Pasar Kepulungan sepenuhnya dikelola oleh Pemerintah Desa Kepulungan.
Kendati demikian, Pemkab Pasuruan menegaskan tidak akan tinggal diam melihat musibah yang melumpuhkan mata pencaharian ratusan pedagang lokal tersebut.
“Pasar ini memang dikelola oleh desa. Tapi, wilayahnya tetap bagian dari Kabupaten Pasuruan. Sesuai regulasi dan arahan Pak Bupati, pemerintah akan membantu melalui BTT,” ujar Gus Shobih, sapaan akrabnya, Kamis (5/11).
Terkait mekanisme pencairan dan besaran bantuan, Pemkab Pasuruan saat ini tengah menunggu surat pengajuan resmi dari Pemerintah Desa Kepulungan.
Dokumen administrasi tersebut dinilai krusial sebagai dasar hukum dan acuan verifikasi bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti bantuan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Penggunaan skema anggaran BTT dinilai menjadi opsi paling krusial dan fleksibel untuk merespons kondisi darurat bencana seperti kebakaran pasar, sehingga proses rehabilitasi fisik bangunan dapat segera dimulai tanpa harus menunggu siklus anggaran reguler.
“Kami menunggu surat berikutnya dari desa. Nanti akan dilihat bagaimana pemerintah bisa membantu untuk meringankan dampak kebakaran di pasar desa itu,” jelas Gus Shobih.
Langkah responsif itu diharapkan dapat memangkas waktu penghentian aktivitas perdagangan di kawasan Gempol. Pemkab Pasuruan menargetkan agar sarana dan prasarana pasar dapat segera direkonstruksi sehingga para pedagang terpukul bisa kembali berjualan dan rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat sekitar pulih seperti sediakala.
“Harapannya, para pedagang bisa kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan pelayanan pasar dapat pulih,” papar Gus Shobih. [hil.dre]


