DPRD Jatim, Bhirawa – Target Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu lumbung pangan Jawa Timur mendapat dukungan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni. Upaya tersebut dinilai perlu diikuti penguatan kapasitas petani, inovasi pertanian, serta kebijakan berkelanjutan agar peningkatan produksi pangan berjalan seiring dengan kesejahteraan petani.
Sri Wahyuni menilai, potensi pertanian Bojonegoro perlu dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, keberhasilan membangun daerah sebagai lumbung pangan tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan dan hasil panen, tetapi juga membutuhkan kepastian dukungan bagi petani.
“Saya mendukung upaya Bojonegoro untuk menjadi salah satu lumbung pangan Jawa Timur. Namun, yang harus menjadi perhatian utama bukan hanya peningkatan produksi, melainkan juga bagaimana petani semakin sejahtera, biaya produksi terkendali, dan hasil panen mereka memiliki nilai ekonomi yang baik,” ujar Sri Wahyuni, Minggu (11/10/2026).
Politisi Partai Demokrat tersebut menegaskan, petani merupakan aktor utama dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, berbagai program pengembangan pertanian harus benar-benar menjawab kebutuhan mereka, mulai dari ketersediaan sarana produksi, pendampingan, akses teknologi, hingga pemasaran hasil panen.
“Jangan sampai petani dituntut terus meningkatkan produksi, tetapi persoalan pupuk, biaya operasional, pengairan, dan harga jual hasil panen belum mendapatkan solusi yang memadai. Kalau ingin menjadi lumbung pangan, kesejahteraan petani harus ikut menjadi ukuran keberhasilan,” tegasnya.
Menurut Sri Wahyuni, penerapan metode pertanian ramah lingkungan juga menjadi langkah yang patut dikembangkan. Selain menjaga kesuburan tanah, praktik tersebut dapat mendorong pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan apabila disertai pendampingan dan perhitungan ekonomi yang tepat.
Ia menilai, inovasi pertanian perlu diperluas dengan memperkuat pengetahuan petani, memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan, serta mendorong regenerasi petani agar sektor pertanian tetap produktif di tengah perubahan zaman.
“Pertanian harus terus berinovasi. Petani perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menerapkan metode yang lebih efisien, menjaga kualitas lahan, dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Dengan begitu, pertanian tidak hanya menjadi tumpuan pangan, tetapi juga sumber penghidupan yang menjanjikan,” katanya.
Dukungan tersebut sejalan dengan target Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang ingin menjadikan daerahnya sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.
Komitmen itu disampaikan Wahono saat menghadiri peringatan Hari Tani yang digelar petani dari delapan desa di Kecamatan Kalitidu dan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Agrowisata Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, tersebut mengusung konsep pertanian alami.
Dalam kesempatan itu, Wahono mengapresiasi praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap sektor pertanian.
“Saya ingin, Bojonegoro menjadi kabupaten lumbung pangan di Jawa Timur,” tutur Wahono.
Sri Wahyuni berharap, target tersebut ditindaklanjuti melalui program yang terukur dan berkelanjutan. Penguatan sektor pertanian, menurutnya, harus memberikan dampak nyata bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan di Jawa Timur.
“Target menjadi lumbung pangan harus dibarengi kerja nyata. Produksi meningkat, petani sejahtera, lingkungan tetap terjaga, dan masyarakat mendapatkan manfaatnya. Itulah yang harus menjadi tujuan bersama,” pungkasnya. [geh.kt]






