31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

DPU SDA Jatim Perkuat Infrastruktur dan Koordinasi untuk Mitigasi Kekeringan

Surabaya, Bhirawa – Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Provinsi Jawa Timur menjelaskan upaya antisipasi dan mitigasi bencana kekeringan yang tengah dijalankan guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat. Penjelasan itu disampaikan Anton Dharma, Kepala Bidang Irigasi Dinas PU SDA Pemprov Jatim, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi, DPU SDA Provinsi Jawa Timur memiliki kewenangan dalam pengelolaan air baku di wilayah provinsi. Kewenangan ini meliputi pengelolaan sumber air permukaan, waduk, embung, serta jaringan irigasi primer dan sekunder.

“Sementara itu, untuk penanganan kekeringan air bersih kebutuhan domestik atau rumah tangga berada di bawah wewenang instansi teknis terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” tegas Anton.

Meski demikian, sebagai bentuk komitmen, tanggung jawab moral, dan sinergi antar-instansi pemerintah, DPU SDA Provinsi Jawa Timur tetap melaksanakan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dampak kekeringan secara umum dan mendukung pemenuhan ketersediaan air bagi masyarakat.

Langkah teknis yang dijalankan terutama berupa optimalisasi infrastruktur air baku. “Kami melakukan pemeliharaan berkala dan optimalisasi fungsi waduk dan embung-embung serta tampungan air baku yang berada di bawah kewenangan tata kelola Provinsi Jawa Timur guna memastikan cadangan air permukaan tetap tersedia semaksimal mungkin selama musim kemarau,” ujar Anton.

Dalam pengelolaan irigasi, DPU SDA menjalankan operasi dan pemeliharaan jaringan sekaligus menerapkan pengaturan pembagian debit air yang ketat, terukur, dan terjadwal melalui sistem gilir giring. “Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air dari tingkat hulu hingga hilir tetap proporsional dan adil,” tambah Anton.

Berita Terkait :  Ciptakan Kondisi Ketenagakerjaan Sehat, Pj Bupati Madiun Monitoring Perusahaan

Selain itu, DPU SDA juga melakukan upaya konservasi air, seperti pembuatan sumur resapan, sumur injeksi, biopori, reboisasi, dan kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan atau mempertahankan keberlanjutan debit sumber-sumber air.

Koordinasi lintas sektoral menjadi bagian penting dari strategi ini. DPU SDA secara aktif berkoordinasi serta menyuplai data riil ketersediaan sumber air baku kepada instansi terkait, antara lain Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, PDAM, serta BPBD.

Menurut Anton, instansi-instansi tersebut adalah pihak yang berwenang dalam proses pengolahan serta pendistribusian air bersih domestik langsung ke masyarakat.

Anton juga merinci target dan tujuan dari kegiatan antisipasi dan mitigasi yang dilaksanakan. “Meminimalkan risiko kegagalan panen pada lahan pertanian terdampak di wilayah tangkapan air, serta menjaga stabilitas volume tampungan air pada infrastruktur sumber daya air yang ada agar tidak mencapai titik kritis menjadi target dalam kegiatan antisipasi dan mitigasi bencana kekeringan yang terjadi di Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Secara keseluruhan, tujuan kegiatan ini adalah menjaga ketahanan pangan daerah, mempertahankan fungsi ekologis dan kelestarian sumber air, serta memastikan suplai air baku di sektor hulu tetap terjaga guna mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih yang dikelola oleh instansi vertikal terkait.

“Lewat kegiatan ini, kami juga ingin memastikan suplai air baku di sektor hulu tetap terjaga dengan baik guna mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih yang dikelola oleh instansi vertikal terkait,” tutup Anton. [aya.kt]

Berita Terkait :  Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!