31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Mahasiswa Psikologi Untag Surabaya Rawat Semangat Kebangsaan Lewat Konten Media Sosial


Surabaya, Bhirawa – Lima mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, menutup semester ini dengan sebuah kampanye digital yang mengangkat tema penguatan nilai-nilai patriotisme di kalangan mahasiswa.

Kelompok yang beranggotakan Hana, Shebiand Deyla Pratama, Rasya Lintang Pranata, Nur Afsar Ara, dan Nayna Misca Capela Azsifa ini awalnya mengerjakan proyek tersebut sebagai bagian dari tugas mata kuliah di bawah bimbingan dosen Wahyu Kuncori, S.T., M.Med.Kom. Namun hasilnya jauh melampaui sekadar laporan akademik: tiga poster digital dan tiga video pendek yang benar-benar tayang dan ditonton publik di Instagram, WhatsApp dan TikTok.

Ide kampanye ini lahir dari keresahan sederhana. Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa hari ini jauh lebih akrab dengan tren TikTok atau unggahan viral ketimbang gagasan tentang cinta tanah air. Nilai kebangsaan sering dianggap sebagai sesuatu yang usang, hanya relevan tiap 17 Agustus. Kelompok 4 mencoba membuktikan sebaliknya bahwa patriotisme bisa hadir dalam bentuk yang dekat dengan keseharian anak muda, mulai dari sikap jujur, cara berkomentar di media sosial, sampai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.

Tiga isu itulah yang akhirnya diangkat sebagai benang merah seluruh konten yakni integritas dan anti-korupsi, etika digital dan anti-cyberbullying, serta kepedulian lingkungan. Poster “Korupsi Merusak Masa Depan Bangsa” mengajak mahasiswa memulai kejujuran dari hal kecil. Poster “Ayo Stop Cyber Bullying!” menyoroti dampak psikologis perundungan siber yang kerap dianggap remeh. Sementara poster “Buang Sampah Sembarangan, Pikirkan Lagi?!” mengingatkan bahwa kebiasaan buruk yang tampak sepele bisa berujung pada banjir dan pencemaran. Ketiganya dilengkapi tiga video, mulai dari eksplorasi kuliner Nusantara, ajakan bijak berkomentar di media sosial, hingga video bertema kebersihan kampus yang dikemas dengan sentuhan humor agar lebih mudah diterima anak muda.

Berita Terkait :  Umsura Raih Gold dan Silver Winner di Anugerah Diktisaintek 2025

“Kami ingin konten ini tidak terasa menggurui. Justru karena temanya berat, kami pilih format yang ringan, dekat dengan bahasa sehari-hari mahasiswa, supaya pesannya sampai tanpa terasa dipaksakan,” ujar Shebiand Deyla salah satu anggota kelompok.

Setelah berjalan selama satu bulan, mulai dari riset, produksi, hingga publikasi terjadwal tiga sampai empat kali seminggu, kampanye ini menunjukkan bahwa media sosial bisa menjadi ruang edukasi karakter yang efektif, bukan sekadar tempat hiburan. Interaksi di kolom komentar dan Instagram Stories menjadi bukti kecil bahwa mahasiswa lain ikut merespons, bukan hanya menonton lalu berlalu. Bagi kelompok ini, itu sudah menjawab keresahan awal mereka: nilai kebangsaan ternyata masih bisa “dijual” ke generasi muda, asal dikemas dengan cara yang tepat.

Tidak Berhenti di Sini
Yang menarik, kelompok ini tidak ingin kerja mereka selesai begitu nilai tugas keluar. Ada harapan agar konten-konten semacam ini terus diproduksi secara berkala, tidak hanya oleh mahasiswa Psikologi, tapi juga lintas jurusan, sehingga isu kebangsaan menjadi obrolan rutin, bukan proyek musiman yang muncul lalu hilang.

Ke depan, kelompok ini berharap semakin banyak kampus lain terdorong membuat inisiatif serupa dengan gaya masing-masing, dan cara kreatif seperti ini bisa menjadi kebiasaan, bukan sekadar tugas kuliah yang berhenti begitu semester berakhir. Yang paling mereka harapkan sederhana saja: agar semakin banyak mahasiswa berani menyuarakan hal-hal baik lewat gawai yang mereka pegang setiap hari, sekecil apa pun bentuknya. [why]

Berita Terkait :  East Java Student Leader Summit 2025, Wadah Menyiapkan Generasi Melek Teknologi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!