Surabaya, Bhirawa
Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga berhasil mengantarkan Tim sepak takraw Kota Probolinggo dan Lumajang meraih medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jatim. Hal ini menunjukkan program latihan di SMANOR sangat efektif untuk mencetak atlet dan membawa daerah meraih prestasi.
Pada babak final sepak takraw inter regu putri yang digelar di GOR Pemuda Unesa, Kota Probolinggo meraih emas setelah mengalahkan Kota Surabaya. Sedangkan di kelompok putram Lumajang menang atas Kabupaten Mojokerto. Kedua tim itu masih berpeluang menambah emas di nomor quadrant yang digelar Jumat (5/11).
Ketua Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kota Probolinggo Joko Wardoyo mengatakan, kunci keberhasilan atletnya tidak lepas dari program latihan sebelum Popda digelar. Persiapan matang memang telah dilakukan PSTI Kota Probolinggo jauh sebelum berlaga di Popda XV Jatim. PSTI Kota Probolinggo memiliki Pusat Latihan Khusus Sepak Takraw Pelajar yang dipusatkan di GOR Mastrip. Dalam kondisi reguler, para atlet menjalani latihan enam kali dalam seminggu pada sore dan malam hari.
“Memasuki satu bulan menjelang keberangkatan, intensitas latihan ditingkatkan. Selain jadwal reguler, ditambah porsi latihan pagi pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Sehingga total intensitas latihan mencapai sembilan kali dalam sepekan untuk memastikan kesiapan fisik dan taktik para atlet demi mengharumkan nama Kota Probolinggo,” katanya.
Selain itu hadirnya dua siswa SMANOR kelas X yakni Caroline Adinda Wardaya yang berposisi di smash dan Keysa Ayudyah Ristianti (tekong) membuat permainan tim sepak takraw putri Kota Probolinggo semakin variatif.
Selain itu pemain lainnya seperti Catherine Visha Wardaya kelas VI SDN Sukabumi 2, Alya Intan Ramadhina – kelas VII – SMPN 2 dan Zaghlula Sevanizza Kumara Shandy – kelas VII – SMPN 10 juga bisa diandalkan.
Joko menjelaskan, perpaduan antara atlet SMANOR yang menjalani porsi latihan intensif rutin dengan atlet lokal Kota Probolinggo menciptakan keseimbangan kekuatan tim yang solid, baik saat bertahan maupun menyerang.
“Untuk membangun chemistry antara atlet Smanor dan atlet lokal, kami sebelumnya telah meminta izin kepada pelatih Smanor agar kedua pemain tersebut bisa bergabung dan berlatih bersama tim di Probolinggo selama satu bulan penuh,” katanya.
Sementara itu Pelatih Sepak Takraw Popda Lumajang, Heri Setyo Budi mengatakan, di timnya ada beberapa siswa SMANOR dan mereka bisa bermain cukup bagus dengan rekan lainnya. “Hadirnya pemain asal SMANOR itu sangat berdampak pada kekuatan tim dan kami berharap besok (Jumat) bisa menambah emas,” katanya. wwn


