Surabaya, Bhirawa
Kontingen sepak takraw Kota Probolinggo berhasil menyumbangkan medali emas dari nomor inter regu putri pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) XV Jawa Timur. Tidak berhenti di situ, peluang menambah pundi-pundi medali emas masih terbuka lebar melalui nomor kuadran putri.
Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Probolinggo, Joko Wardoyo, mengungkapkan bahwa tim kuadran putri Kota Probolinggo telah melangkah hingga babak semifinal dan akan berhadapan dengan Kota Madiun. Sementara itu, partai semifinal lainnya mempertemukan Kota Surabaya dengan Kota Mojokerto.
“Kita sangat optimis sekali meraih emas. Kami sudah sering bertemu dan pernah melakukan trial ke sana. Bahkan di babak penyisihan dan final kemarin saja kami sudah tiga kali bertemu, jadi sama-sama tahu peta kekuatannya,” ujar Joko.
Optimisme tim Kota Probolinggo semakin mantap berkat hadirnya dua atlet binaan Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (Smanor) Jawa Timur kelas 10, yakni Carolina Adinda Wardaya yang mengisi posisi smash dan Keisha Ayudia sebagai tekong. Kedua atlet tersebut merupakan putra daerah asli Kota Probolinggo. Kemudian Catherine Visha Wardaya kelas VI SDN Sukabumi 2, Alya Intan Ramadhina kelas VII SMPN 2 dan Zaghlula Sevanizza Kumara Shandy kelas VII SMPN 10.
Menurut Joko, perpaduan antara atlet SMANOR yang menjalani porsi latihan intensif rutin dengan atlet lokal Kota Probolinggo di posisi pertahanan menciptakan keseimbangan kekuatan tim yang solid, baik saat bertahan maupun menyerang.
“Untuk membangun chemistry antara atlet Smanor dan atlet lokal, kami sebelumnya telah meminta izin kepada pelatih Smanor agar kedua pemain tersebut bisa bergabung dan berlatih bersama tim di Probolinggo selama satu bulan penuh,” jelasnya.
Persiapan matang memang telah dilakukan PSTI Kota Probolinggo jauh sebelum berlaga di Popda XV Jatim. Kota Probolinggo memiliki Pusat Latihan Khusus Sepak Takraw Pelajar yang dipusatkan di GOR Mastrip. Dalam kondisi reguler, para atlet menjalani latihan enam kali dalam seminggu pada sore dan malam hari.
Memasuki satu bulan menjelang keberangkatan, intensitas latihan ditingkatkan. Selain jadwal reguler, ditambah porsi latihan pagi pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Sehingga total intensitas latihan mencapai sembilan kali dalam sepekan untuk memastikan kesiapan fisik dan taktik para atlet demi mengharumkan nama Kota Probolinggo. wwn


