28.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Cuaca Panas Picu Emosi, Pakar Unair Imbau Warga Kendalikan Diri



Surabaya, Bhirawa – Cuaca panas ekstrem tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi emosi dan cara seseorang berkomunikasi. Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat lebih mudah tersinggung, kehilangan konsentrasi hingga memicu kesalahpahaman dalam berinteraksi.

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo, mengatakan suhu udara yang tinggi dapat menjadi tekanan lingkungan atau environmental stress yang memengaruhi kondisi psikologis seseorang. “Panas berlebihan berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan, menurunkan konsentrasi, dan meningkatkan rasa mudah tersinggung,” ujar Suko.

Ia menjelaskan, ketidaknyamanan yang dirasakan tubuh akibat cuaca panas dapat memengaruhi emosi. Selanjutnya, kondisi emosional tersebut turut memengaruhi pilihan kata, nada bicara, hingga cara seseorang merespons orang lain.

Menurutnya, situasi tersebut dapat memicu persoalan komunikasi apabila masyarakat tidak mampu mengendalikan emosi. Kesalahpahaman kecil bahkan dapat berkembang menjadi pertengkaran.

Suko mencontohkan kondisi di jalan raya. Kemacetan, suara klakson dan perilaku saling mendahului dalam kondisi cuaca terik dapat semakin menguji kesabaran pengendara. Di sisi lain, kelelahan dan menurunnya konsentrasi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik maupun kecelakaan.

Kondisi cuaca panas juga terjadi di Surabaya. Pada Rabu (21/10), suhu udara Surabaya berada di kisaran 37 derajat Celsius. Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG, suhu maksimum di Jawa Timur sempat mencapai 38 derajat Celsius pada 16 Oktober lalu.

BMKG menyebut kondisi panas berkaitan dengan posisi semu matahari, minimnya tutupan awan serta pengaruh fenomena iklim yang memperkuat pemanasan permukaan. Cuaca panas dan relatif kering diperkirakan masih berlangsung di sejumlah wilayah hingga 26 Oktober, meski hujan lokal tetap berpotensi terjadi.

Berita Terkait :  Gus Fawait Fokuskan Pendidikan untuk Putus Kemiskinan

Suko mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas, termasuk dengan menjaga asupan cairan, beristirahat ketika tubuh mulai lelah dan mengurangi paparan panas secara berlebihan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, terutama saat berada di jalan raya maupun ketika berinteraksi di rumah, kampus dan tempat kerja. “Tidak semua kesalahan harus dibalas dengan kemarahan,” katanya.

Menurut Suko, memahami dampak cuaca panas seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kondisi fisik, tetapi juga dengan menjaga kualitas komunikasi dan hubungan sosial.

“Biarlah matahari menjalankan hukum alamnya. Jangan biarkan panasnya menghilangkan kesejukan nurani kita,” pungkasnya.Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan 3 pilihan judul yang lebih menggigit ala Bhirawa dari angle ini. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!