Kota Batu, Bhirawa
Persikoba Kota Batu memiliki beban berat dalam menjalani pertandingan kedua dalam babak 32 Besar Putaran Nasional Liga 4 2026. Hal ini menyusul hasil imbang dalam laga perdana tim berjuluk Skuad Elang Putih ini.
Desakan untuk memenangkan laga sangat kuat bagi Persikoba saat melawan Persepam yang menjadi tim unggulan di Grup W. Tim ini mampu mengumpulkan poin penuh tanpa kekalahan di babak 64 besar.
Pelatih Persikoba, Arif Suyono mengingatkan anak asuhnya untuk lebih siap menghadapi babak 32 besar ini. Laga ini memiliki persaingan lebih ketat karena para pesertanya juga lebih tangguh dibandingkan babak sebelumnya.
“Kita langsung melakukan evaluasi individu, dan penyegaran komposisi pemain menjadi harga mati untuk menghadapi laga kedua melawan Persepam Pamekasan,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).
Ia menjelaskan, dalam menghadapi Persepam Pamekasan yang dijadwalkan digelar Sabtu (13/6), beberapa nama baru disiapkan masuk starting eleven Persikoba. Dan selama dua hari sebelum pertandingan, Persikoba terus recovery untuk bisa dimaksimalkan. Ada beberapa pemain yang kemungkinan dirombak dengan pemain yang lebih fresh.
Selain itu, Arif juga sudah mengintip kekuatan calon lawan. Ia telah mencermati laga antara Persepam dan Persimay. “Saya melihat Persepam dan Persimay sama-sama bagus dan agresif. Itu akan menjadi perhatian kami untuk pertandingan berikutnya,” jelasnya.
Di laga kedua nanti, tidak boleh lagi ada kata gagal bagi Persikoba. Apalagi tim milik Pemkot Batu ini berstatus sebagai tuan rumah dimana pertandingan akan dilaksanakan di Stadion Brantas Kota Batu.
Diketahui, dalan laga perdana pada Rabu (10/6), Persikoba harus puas berbagi angka dengan Persigar Garut dengan skor kacamata. Namun beruntung pada pertandingan sebelumnya, Persepam Pamekasan vs Persemay Maybrat juga bermain imbang, 0-0. Karena itu peluang menjadi juara grup W masih terbuka lebar dimiliki masing- masing tim.
Di laga tersebut, Persikoba turun dengan komposisi terbaik. Namun anak asuh Arif Suyono ini tampil terlalu hati-hati. Akibatnya, Persigar Garut yang ditangani Asep Angga langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan Persikoba.
Tempo permainan sebenarnya tinggi namun pertahanan kedua tim sama-sama kokoh. Akibatnya, Sampai turun minum, papan skor tidak berubah. Masih kosong-kosong.
Memasuki babak kedua, Persikoba mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun upaya ini justru koordinasi permainan mereka menjadi longgar.
Beruntung Persikoba punya Fahad sebagai penjaga gawang yang berkali-kali berhasil menyelamatkan gawang. Akhirnya, sampai wasit Putra Zulfahmi meniup peluit panjang, skor kacamata tetap tidak berubah. [nas]


