34 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

Bank Sampah Berkah, Ubah Sampah Jadi Tabungan untuk Bayar PBB

Bojonegoro, Bhirawa – Sampah rumah tangga yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan, kini justru memberikan manfaat ekonomi bagi warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Melalui Bank Sampah Berkah, warga dapat menabung sampah sekaligus memanfaatkan hasil penjualannya untuk membantu membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bank Sampah Berkah saat ini telah memiliki 194 anggota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 anggota telah melakukan penyetoran sampah untuk pertama kalinya. Total sampah yang berhasil dikumpulkan hingga bulan ini mencapai lebih dari 600 kilogram.

Ketua Bank Sampah Berkah Desa Sudu, Khoirul, mengatakan setiap sampah yang disetorkan warga terlebih dahulu ditimbang. Hasil penimbangan kemudian dicatat dalam buku tabungan masing-masing anggota.

“Setelah ditimbang dan dicatat, hasilnya bisa digunakan untuk bayar PBB,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Menurut Khoirul, konsep tersebut memberikan keuntungan ganda bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi sampah yang berpotensi mencemari lingkungan, warga juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan.

Pengelolaan Bank Sampah Berkah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pemilahan. Warga juga diajak mengolah kembali berbagai jenis limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Bungkus minuman bekas, misalnya, dimanfaatkan menjadi tas. Plastik kresek diolah sebagai bahan rajut untuk membuat gantungan kunci, dompet, hingga tas. Sementara kain perca dimanfaatkan menjadi sarung bantal.

Kreativitas warga juga menyentuh limbah hasil pertanian. Klobot atau kulit jagung yang biasanya menjadi limbah diolah menjadi bunga hiasan rumah.

Berita Terkait :  Usung Tagline One Goal, One Future, StatsMe Rayakan HUT ke-9 dan Gelar Halal Bihalal

“Kalau klobot jagung kami manfaatkan menjadi bunga hiasan rumah,” imbuh Khoirul.

Pengelolaan sampah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, saat mengunjungi Bank Sampah Berkah Desa Sudu. Dalam kunjungan itu, Cantika melihat langsung proses penimbangan sampah yang disetorkan warga.

Ia juga melihat hasil kreativitas warga dalam memanfaatkan limbah pertanian berupa klobot jagung yang dirangkai menjadi bunga hiasan rumah.

Menurut Cantika, keberadaan Bank Sampah Berkah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Terlebih, hasil penjualan sampah dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kewajiban pembayaran PBB.

“Hasil penjualan sampah ini untuk PBB, sangat membantu masyarakat Desa Sudu, Kecamatan Gayam,” katanya.

Keberadaan Bank Sampah Berkah menjadi salah satu contoh bahwa sampah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai. Melalui keterlibatan masyarakat, sampah yang dipilah dan didaur ulang tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi warga. [bas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!