Gresik, Bhirawa – Kondisi ruang praktik siswa (RPS) SMK Negeri 1 Cerme sangat miris dan membahayakan. Bangunan tampak miring karena diduga tanah ambles. Kondisi ini sangat membahayakan bagi para siswa maupun guru.
Untuk mengatasi masalah ini pihak SMK Negeri 1 Cerme bersama Komite sekolah mengambil langkah cepat dengan penggalangan dana swadaya masyarakat dan wali murid untuk membangun Pemasangan Tanggul Penahan Tanah (TPT) serta pengurukan lahan.
Kepala SMKN 1 Cerme Darwati mengatakan, bahwa akibat tanah ambles dua ruangan itu sebenarnya sudah tidak difungsikan sejak tahun 2022 dan areanya menjadi telaga berdampak pergerakan tanah cukup luas.
Untuk mengamankan struktur tanah agar tidak terus ambles ke arah telaga, lahan selebar 10 meter sedalam 2,5 hingga 2,7 meter, di area terdampak akan diurug dan dibangun tanggul secara permanen.
“Guna mengatasi ancaman keselamatan, akibat dampak pergerakan tanah di dekat area telaga. Sekolah bersama Komite sekolah, mengambil langkah cepat melalui penggalangan dana swadaya masyarakat dan wali murid, untuk membangun Pemasangan Tanggul Penahan Tanah (TPT) serta pengurukan lahan.”ujarnya Kamis ( 30/7 ).
Pengurukan lahan sudah mulai berjalan sejak kemarin, seluruh rangkaian proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu. Dengan rincian satu minggu fokus pada pengerjaan pengurukan tanah, dan minggu berikutnya untuk penyelesaian struktur tanggul serta pemagaran.
Untuk tanggul penyangga tanah akan dibangun secara permanen. Agar memperkuat tanah agar tidak kembali amles, dengan ketinggian urugan mencapai 2,5 hingga 2,7 meter. Proses pengurukan diprediksi membutuhkan sekitar 100, hingga 150 truk material tanah urug.
“Setelah proses pengurukan dan penanggulan area batas telaga selesai. Rencananya, akan dimaksimalkan menunjang program pengembangan sekolah. Diantaranya, implementasi program (SIKAP) dan pemanfaatan tempat pengelolahan sampah sekolah.”ungkapnya.
Ditambahkan Darwati, bahwa mengenai kondisi gedung yang miring, pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan permohonan revitalisasi bangunan, kepada dinas terkait. Namun, proses perbaikan khusus untuk ruang praktik siswa masih menunggu selesainya pengamanan dan penguatan kontur tanah agar tidak kembali tergerus dan ambles di kemudian hari. [kim.wwn]


