31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Atasi Pencemaran Lingkungan, Mahasiswa UWIKA Ciptakan Alat Deteksi Dini Minyak Pencemar

Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Widya Kartika Surabaya mengembangkan inovasi teknologi berupa Sistem Deteksi Minyak Pencemar pada Air Kolam Industri Berbasis ESP32 dan LoRa dengan Monitoring Real-Time melalui Platform Internet of Things (IoT).

Permasalahan pencemaran minyak pada kolam industri dan perairan pada kawasan industri menjadi tantangan serius untuk perlindungan lingkungan, pada inovasi ini sistem monitoring industri, komunikasi nirkabel LoRa, serta pengembangan sensor lingkungan berbasis mikrokontroler, dengan bimbingan Dwi Taufik Hidayat, S.Kom., M.Kom. dan Erwin Dhaniswara, A.Md., S.Si., M.Kom. Selasa, (23/6/2026)

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik UWIKA, Sandi Kurniawan mengatakan bahwa sistem dirancang bertujuan untuk membantu industri mendeteksi keberadaan lapisan minyak pada permukaan air secara otomatis sehingga potensi pencemaran dapat diketahui lebih dini dan ditangani lebih cepat.

“Melalui dashboard monitoring dapat diakses menggunakan komputer maupun smartphone, pengguna dapat memantau kondisi perairan secara real-time dari lokasi yang berbeda, dan  sistem dirancang memberikan notifikasi dini apabila terdeteksi indikasi pencemaran minyak yang melebihi ambang batas yang telah ditentukan,” katanya.

Lanjut Sandi mengukapkan pengembangan sistem berawal dari masih dominannya metode deteksi konvensional yang memerlukan pengambilan sampel manual dan proses analisis yang relatif lama.

“Proses pemantauan dilakukan secara otomatis dan berkelanjutan, nantinta data diterima secara real-time sehingga tindakan mitigasi dapat dilakukan lebih cepat sebelum pencemaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Komite III DPD RI Desak Pemerintah Percepat Pemerataan Pendidikan Tinggi

Sandi menjelaskan penggunaan teknologi ESP32 dan LoRa menjadikan sistem ini relatif ekonomis, hemat energi, dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan industri.

“Karakter tersebut membuat sistem dapat diterapkan pada berbagai fasilitas industri yang memiliki kolam penampungan limbah, instalasi pengolahan air, maupun area perairan yang membutuhkan pengawasan kualitas lingkungan secara kontinu,” ucap Sandi.

Ia berharap dapat kontribusi terhadap pengembangan teknologi pemantauan lingkungan berbasis Internet of Things di Indonesia sekaligus mendukung upaya industri dalam memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang lebih baik, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!