22.2 C
Sidoarjo
Tuesday, June 30, 2026
spot_img

Atasi Masalah Perkotaan, Pemkot Malang Puji Hibah Teknologi Karya Mahasiswa FTAB UB

Kota Malang, Bhirawa. – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB). Melalui program Mahasiswa Membangun Mitra (3M), FTAB UB resmi menyerahkan hibah 57 inovasi teknologi tepat guna untuk langsung diaplikasikan di 57 kelurahan se-Kota Malang.

Respon positif salah satunya datang dari Camat Sukun, Dian Kuntari saat menghadiri Expo Inovasi Program 3M di Gedung Samantha Krida UB, Senin (29/6). Menurutnya, masyarakat perkotaan saat ini sangat membutuhkan sentuhan teknologi yang aplikatif untuk mengatasi masalah riil di lapangan. “Kami menyambut baik kerja sama ini. Yang terpenting bagi masyarakat adalah teknologi ini aplikatif dan berdampak nyata terhadap lingkungan maupun perekonomian,” kata Dian.

Ia mencontohkan alat pengolahan sampah bertenaga surya yang diserahkan ke Kelurahan Bandulan sebagai solusi konkret masalah urban. “Persoalan sampah adalah salah satu masalah terbesar di perkotaan. Alat pencampur kompos ini sangat penting untuk mempermudah pengolahan sampah di tingkat bawah,” tambahnya.

Lurah Bandulan, Lukman, mengaku terkesan dengan efisiensi alat portable berbasis solar cell (panel surya) tersebut. “Sambil ngopi, alatnya bisa tetap berjalan sendiri. Kami akan membuat percontohan dulu di satu RT sebelum diperluas ke wilayah lainnya,” ujar Lukman optimis.

Melihat respon positif dari pemerintah daerah, Wakil Rektor UB Bidang Informasi dan Sumber Daya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., menyebut momentum ini sebagai kembalinya FTAB ke khittah (garis perjuangan) fakultas.

Berita Terkait :  Kontemplasi Pendidikan Ramah Bencana

“FTAB UB telah kembali ke khittahnya, yakni menjadikan bangsa ini lebih mandiri dan berdaulat melalui penguasaan teknologi. Nilai investasinya mungkin sekitar Rp10 juta per unit, tetapi manfaat keberlanjutannya bagi masyarakat sangat besar,” jelas Prof. Unti.

Meski begitu, ia mengingatkan pihak fakultas untuk menjamin layanan purna hibah. “Harus jelas purna hibahnya. Kalau alat rusak, masyarakat bisa memperbaiki di mana. Jangan sampai teknologi ini hanya menjadi monumen tanpa manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Dekan FTAB UB, Prof. Ir. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa 57 inovasi yang dipamerkan merupakan karya dari 856 mahasiswa yang7 dibimbing oleh 12 dosen lewat gerakan “Satu Kelurahan Satu Karya”.

“Seluruh karya ini tidak berhenti sebagai prototipe di laboratorium. Inovasi terbaik bukanlah yang paling banyak dipublikasikan, melainkan yang benar-benar digunakan dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di akar rumput,” tegas Prof. Yusuf.

Ketua Panitia, Hendrik, menambahkan bahwa program kolaboratif ini sengaja dirancang bersama pemda dan mitra sejak awal agar teknologi yang lahir benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Di akhir acara, panitia mengumumkan tiga kelompok mahasiswa dengan implementasi program terbaik: Terbaik I: Kelompok 52 (Kelurahan Tlogomas), Terbaik II: Kelompok 43 (Kelurahan Purwodadi), Terbaik III: Kelompok 24 (Kelurahan Kesatrian).[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!