29.3 C
Sidoarjo
Friday, November 6, 2026
spot_img

Kemarau Panjang, Ribuan Santri Lirboyo Kota Kediri Gelar Salat Istisqa

Salat sunah meminta hujan atau salat Istisqa di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Jumat (6/11).

Pemkot Kediri, Bhirawa. Kemarau berkepanjangan yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih mendorong Pondok Pesantren Lirboyo menggelar salat Istisqa, Jumat (6/11). Sekitar 20.000 santri putra bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri mengikuti salat berjemaah untuk memohon turunnya hujan.

Salat sunah meminta hujan tersebut berlangsung di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Jumat siang. Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha turut mengikuti ibadah tersebut bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dan jajaran Forkopimda lainnya.

Juru Bicara Ponpes Lirboyo HM Abdul Mu’id Shohib mengatakan, salat Istisqa dilaksanakan menyusul kondisi kemarau panjang yang melanda Kediri dan sekitarnya. Minimnya curah hujan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih, termasuk di lingkungan pesantren dan permukiman warga.

Menurut dia, sejumlah sumur pompa mengalami penyusutan debit air sehingga warga maupun pihak pesantren harus memperdalam sumur untuk mendapatkan sumber air.

“Hujan belum kunjung turun secara merata, dampaknya sumur pompa warga maupun pondok banyak yang menyusut drastis hingga harus digali lebih dalam. Melalui salat Istisqa ini, kami bersama-sama memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah,” ujarnya.

Berita Terkait :  Cerita Petani Bunga Anggrek Dari Denayar Jombang, Berawal Hobi, Datangkan Cuan Dari Bisnis Tanaman Hias Eksotis

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan. Meski Kota Kediri sempat diguyur hujan beberapa waktu lalu, intensitasnya dinilai belum optimal.

“Harapannya, semoga segera turun hujan yang membawa berkah, tidak menimbulkan bencana, serta bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber kehidupan,” tuturnya.

Selain ikhtiar melalui doa, Pemkot Kediri juga meningkatkan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak musim kemarau. Salah satunya dengan mewaspadai potensi kebakaran lahan maupun lingkungan permukiman.

Vinanda menyebut, beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran lahan di salah satu wilayah Kota Kediri akibat pembakaran sampah yang tidak dipadamkan secara optimal hingga api meluas.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemkot Kediri berkoordinasi dengan BPBD dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan, termasuk pemasangan informasi di sejumlah titik agar warga tidak membakar sampah sembarangan.

Pemkot berharap masyarakat turut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah.

Sementara itu, dalam khutbah salat Istisqa, KH Abdullah Kafabihi Mahrus mengajak para jemaah memperbanyak istigfar, bertaubat, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Pesan tersebut merujuk pada Al-Qur’an Surat Nuh ayat 10–12 tentang anjuran memohon ampunan sebagai ikhtiar mengharapkan turunnya hujan dan keberkahan.

Melalui salat Istisqa tersebut, pihak pesantren berharap hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan berakhir dan kebutuhan air masyarakat kembali terpenuhi.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!