Makassar, Bhirawa. – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Rabu (4/11). Kegiatan ini sukses mencatatkan komitmen transaksi sebesar Rp5.693 triliun, terdiri atas penjualan Jatim senilai Rp4.717 triliun dan pembelian Jatim dari Sulsel sebesar Rp976 miliar.
“Kita ingin perdagangan antardaerah semakin kuat, sehingga produk unggulan Jatim maupun Sulsel dapat saling mengisi kebutuhan pasar,” ujar Khofifah.
Produk peternakan menjadi penyumbang terbesar yakni Rp4.255,34 miliar. Komoditas unggulan lainnya meliputi hasil laut, produk industri, fesyen, pertanian, serta pakan ternak dari Jatim; sedangkan Sulsel menawarkan kayu, rempah-rempah, perikanan, dan berbagai produk olahan.
Berdasarkan data 2024, total perdagangan kedua provinsi mencapai Rp2,24 triliun dengan surplus Jatim sebesar Rp552,91 miliar. Khofifah menegaskan Sulsel berposisi strategis sebagai hub Indonesia Timur, sehingga diperlukan penguatan konektivitas logistik guna menekan biaya distribusi dan meningkatkan nilai perdagangan. Misi dagang ini bukan hanya soal transaksi, melainkan instrumen strategis membangun konektivitas ekonomi, memperkuat rantai pasok nasional, dan mendorong pemerataan ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan berharap kerja sama ini berlanjut melalui pendampingan serta pertukaran pengembangan potensi ekonomi daerah. Misi dagang di Makassar merupakan yang ke-10 sepanjang 2026. Sejak 2019-2026, Pemprov Jatim telah melaksanakan 57 misi dagang domestik ke 29 provinsi dengan total komitmen lebih dari Rp50,38 triliun, sekaligus terus memperluas jejaring ke luar negeri. [Ina.kt]


