Gresik, Bhirawa — Kelalaian saat memasak diduga menjadi penyebab kebakaran usaha rumahan milik Sampurno di Dusun Glindah Lor, Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Selasa (3/11/2026) malam. Api bermula dari panci berisi rebusan mi instan yang ditinggal pemiliknya, lalu dengan cepat membesar setelah menyambar tumpukan bahan baku styrofoam di lokasi.
Peristiwa terjadi selepas waktu Maghrib. Iin, istri pemilik usaha, diketahui sedang merebus mi instan namun meninggalkan rumah sebentar ke warung. Tanpa dia ketahui, air dalam panci habis dan memicu api. Karena di sekitarnya banyak tersimpan bahan baku styrofoam yang mudah terbakar, api dengan cepat meluas dan mengancam bangunan serta barang-barang di sekitarnya.
Laporan masuk ke layanan Gresik Akas 112 pukul 18.33 WIB. Personel Pos Damkar Menganti berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 19.07 WIB. Dipimpin Perwira Piket Rizal S. Nugroho, S.T., M.T., petugas segera melakukan pengecekan lokasi sebelum memadamkan api. Dua unit kendaraan dikerahkan — satu mobil pemadam dan satu mobil suplai air. Setelah sekitar dua jam, api berhasil dikuasai dan dinyatakan selesai pukul 21.10 WIB.
Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai Rp35 juta, terdiri dari uang tunai Rp15 juta dan sekitar 7.000 lembar bahan baku styrofoam senilai Rp20 juta. Penanganan juga melibatkan Polsek Kedamean dan PLN Benjeng.
Rizal mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas memasak saat kompor masih menyala, terutama di lingkungan yang menyimpan bahan mudah terbakar.
“Kebiasaan kecil ini sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” ujarnya. [kim.kt]


