Pemprov Jatim, Bhirawa. – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) 2026. Kegiatan di UPT BLK Surabaya, Selasa (3/11), ini bertujuan menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja sekaligus menekan pengangguran di Jawa Timur.
Plt Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran UPT BLK Surabaya, Bibiet Andriyanto mengatakan FKLPID menjadi wadah menjembatani pencari kerja yang dilatih BLK dengan kebutuhan dunia industri. “Melalui forum ini, kami ingin menjembatani pencari kerja yang telah dilatih BLK agar bisa masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Bibiet, BLK membutuhkan masukan langsung dari perusahaan mengenai jabatan dan jenis pekerjaan yang sedang dibutuhkan. Informasi tersebut menjadi bahan penyusunan program pelatihan agar kompetensi peserta sesuai kebutuhan industri.
Bibiet menjelaskan, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun sertifikat yang diterbitkan. Hal terpenting adalah lulusan dapat terserap di dunia kerja, baik sektor formal maupun informal, sehingga ikut mendukung penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Timur.
Bibiet berharap, forum ini dapat mempererat hubungan BLK dengan dunia industri hingga terwujud kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU). ”Harapannya, perusahaan bisa langsung menghubungi kami ketika membutuhkan tenaga kerja, sehingga kami dapat menyiapkan kebutuhan industri dari peserta maupun alumni pelatihan BLK,” jelasnya.
Kegiatan FKLPID melibatkan perusahaan, terutama bagian Human Resources (HR) yang memahami kebutuhan tenaga kerja. Perguruan tinggi dan SMK juga diundang untuk membuka peluang kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi guru maupun dosen.
Selain itu, instansi pemerintah seperti kecamatan dan kelurahan dilibatkan untuk membantu menyebarluaskan informasi pelatihan kepada masyarakat. Bibiet berharap pertemuan FKLPID dapat lebih sering dilakukan karena sepanjang 2026 baru sekali diselenggarakan.
Sementara itu, Instruktur UPT BLK Surabaya, Onie Meiyanto, menyampaikan bahwa transformasi pelatihan vokasi diperlukan untuk menjawab perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja. Di tengah perkembangan Industri 4.0 dan Society 5.0, sekitar 39 persen keterampilan pekerja diperkirakan akan berubah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BLK Surabaya menerapkan strategi Multi-Level Training Needs Analysis (ML-TNA) yang berorientasi pada kebutuhan industri. Pengembangan kejuruan juga diarahkan pada teknologi terkini dan green skills, seperti otomasi industri, kendaraan listrik, energi terbarukan, cybersecurity, serta kecerdasan buatan (AI).
Ketua FKLPID BLK Surabaya, Junaidi, menekankan pentingnya penyelarasan lembaga pelatihan dengan kebutuhan industri melalui pemetaan jabatan, pelatihan berbasis tugas nyata, dan transparansi penempatan kerja. Ia juga mendorong penguasaan teknologi otomasi, pemanfaatan AI, serta penerapan prinsip ekonomi hijau dalam kegiatan industri.
Kegiatan yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Timur 2026 melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari dunia industri, instansi pemerintah, kecamatan, kelurahan, perguruan tinggi, dan SMK. Melalui FKLPID, BLK Surabaya berharap terbangun kemitraan berkelanjutan agar pelatihan semakin sesuai kebutuhan industri dan peluang kerja bagi lulusan semakin besar. [rac.fen]


